Syirik di Tengah Pragmatisme dan Keawaman Umat


Beberapa pekan terakhir masyarakat dibombardir berita panas si dukun tua bangka pemilik delapan gundik. Bak lakon sinetron, di jaman semodern ini ada orang yang mampu menaklukkan delapan wanita untuk tinggal satu atap dengan ‘akad nikah gelap’. Setelah diserang habis-habisan di media massa oleh mantan muridnya dengan tuduhan perdukunan dan kesesatan karena mempergundik delapan wanita sekaligus, si dukun dan para gundiknya mulai melawan. Delapan wanita tersebut muncul di televisi tanpa tersisa rasa malu demi membela diri. Drama makin seru, apalagi ditambah dengan polah tingkah pengacara yang ‘profesional’ tapi masa bodoh dengan halal haram, karena ideologinya adalah uang. Baca lebih lanjut

Merancang Jihad Sebagai Anugerah dari Langit


Jangan menyangka anugerah jihad Suriah saat ini sesuatu yang turun tiba-tiba. Semuanya mengikuti hukum sunatullah kauniyah, seiring proses kematangan para pengusungnya. Suatu proses panjang, jatuh bangun yang tidak mudah. Baca lebih lanjut

Diplomasi Nama dan ‘Salafisasi’ Jihad Suriah


Jihad Suriah seolah menjadi momentum mendekatkan jarak antara kekinian dengan fenomena dan simbol-simbol dalam rekam sejarah masa lalu umat Islam. Kita seakan tersedot tanpa sadar oleh pusaran daya tarik masa lalu baik sebagai sejarah maupun nubuwat. Jika di negeri kita seratus tahun yang lalu terasa sangat jauh dengan kekinian kita, tapi tidak dengan Timur Tengah. Nubuwat dan jejak sejarah seribuan tahun yang lalu terasa dekat dengan kekinian umat Islam di sana. Baca lebih lanjut

Partai Dakwah di dalam Sistem Demokrasi, Emang Bisa… ?


Setelah sekian lama masyarakat dipusingkan dengan harga daging yang melambung tinggi, tiba-tiba terdengar berita KPK menangkap LHI, presiden PKS dengan sangkaan suap impor daging. Publik langung gempar antara sedih dan gembira. Sedih karena terkejut ternyata siluman yang membuat daging mahal justru oknum tertinggi di tubuh partai dakwah, yang selalu mengusung jargon anti korupsi. Gembira karena “tikus” yang merusak kehidupan masyarakat akhirnya terkuak.

Umat Islam seperti disadarkan dari sebuah mimpi, bahwa usaha memperbaiki kondisi masyarakat dan negara melalui partai politik selalu membuat pelakunya terserimpung kakinya. Suatu sunnatullah yang mestinya sudah diperhitungkan dengan matang sebelum memulainya. Bagi yang belum mengerti sunnatullah ini, akan terus terkaget-kaget dan tak henti-hentinya bergumam dalam hati: kok bisa ya ! Baca lebih lanjut

Suriah dan Kebangkitan Salafi Jihadi


Suriah kini menjelma bagai gadis molek “kembang kawasan” Timur Tengah. Semua aktifis jihad berebut meminangnya. Suriah menjadi tanah paling ideal baik secara geopolitik maupun geo-ideologis sebagai habitat jihad pasca revolusi Arab. Bahkan daya tarik ini dirasakan hingga luar kawasan. Tak ada aktifis jihad yang beraliran salafi di belahan bumi manapun kecuali tertarik untuk datang meminang. Baca lebih lanjut

Reputasi, Senjata Melawan Stigma


Mengikuti perkembangan Suriah, banyak pelajaran yang bisa dipetik seiring makin diakuinya kiprah mujahidin baik lokal maupun asing yang turut meramaikan kekuatan oposisi. Dampak positifnya, nafas Islam kian mendapat tempat sebaliknya nasionalisme makin terpinggirkan. Memang rakyat Suriah sudah sejak awal memekikkan takbir, tapi takbir yang masih dibingkai nasionalisme. Celupan interaksi dengan mujahidin pelan-pelan membuat pekikan takbir itu makin ikhlas:  demi memenangkan Allah, meninggikan kalimat-Nya dan mengentaskan umat Islam dari kezaliman. Baca lebih lanjut

Keluarga Dakwah, Basis Kekuatan Umat


Medan pertarungan utama antara Islam dengan jahiliyah adalah pertarungan sosial, antara tatanan masyarakat Islam dengan tatanan sosial jahiliyah. Kedua fenomena ini bertolak belakang, yang satu dibangun di atas landasan Aqidah Islamiyah, Syariat Islam dan akhlaqul karimah, sementara yang lain dibangun di atas pondasi cinta dunia dan hamba nafsu. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.