Mencari Tamkin Siyasi di Turki


Tiba-tiba muncul nama Fethullah Gulen setelah upaya kudeta gagal di Turki 15 Juli 2016 silam. Seorang tokoh Turki yang punya banyak pengikut dari kalangan akar rumput hingga loyalis di pemerintahan dan militer. Dia punya banyak sekolah dan lembaga usaha, bukan hanya di dalam bahkan di luar negeri. Konon beberapa sekolah Turki di Indonesia adalah jaringannya.

Ia pernah berkawan dalam agenda politik Turki dengan sosok yang kini menjadi seteru; Erdogan. Entah apa penyebab pecahnya kongsi. Hal yang pasti, ia seorang Islamis, dan mengawali pengaruhnya di tengah masyarakat Turki melalui ceramah dan pendidikan keislaman. Ia mengawalinya sebagai seorang dai atau ustadz sekitar tahun 70-an. Baca lebih lanjut

Ahok No, System No, Islam Yes


Realita umat Islam lebih banyak yang pahit. Tak hanya di Timur Tengah sana yang belum juga surut dari pertumpahan darah masal. Kendati bukan saling bunuh, persoalan kaum muslimin di sini tak kalah rumit. Di balik situasi damai dan makmur secara lahir sejatinya menyimpan banyak problema di belakang layar.

Ahok memperoleh peruntungan setelah karir Jokowi yang moncer, menjadi pucuk pimpinan negeri ini. Jakarta yang kental warna Islamnya kini dipimpin seorang non muslim keturunan Tionghoa pula. Sebagian menganggap biasa, sebagian lain merasa luar biasa. Bagaimana mungkin daerah mayoritas muslim justru dipimpin gubernur non muslim? Emangnya gak ada muslim yang layak memimpin?  Baca lebih lanjut

Tauhid dan Diplomasi Jihad


 Pertarungan yang terjadi antara al-haqq melawan al-batil semestinya berangkat dari idea. Berangkat dari pembelaan terhadap konsepsi utuh al-haqq dari serangan sporadis al-batil. Bila berangkat dari konsepsi, pemantik perseteruan yang paling afdhal adalah jika inti konsepsi diserang oleh al-batil; yakni konsepsi Tauhid. Baca lebih lanjut

Merancang Jihad Sebagai Anugerah dari Langit


Jangan menyangka anugerah jihad Suriah saat ini sesuatu yang turun tiba-tiba. Semuanya mengikuti hukum sunatullah kauniyah, seiring proses kematangan para pengusungnya. Suatu proses panjang, jatuh bangun yang tidak mudah. Baca lebih lanjut

Reputasi, Senjata Melawan Stigma


Mengikuti perkembangan Suriah, banyak pelajaran yang bisa dipetik seiring makin diakuinya kiprah mujahidin baik lokal maupun asing yang turut meramaikan kekuatan oposisi. Dampak positifnya, nafas Islam kian mendapat tempat sebaliknya nasionalisme makin terpinggirkan. Memang rakyat Suriah sudah sejak awal memekikkan takbir, tapi takbir yang masih dibingkai nasionalisme. Celupan interaksi dengan mujahidin pelan-pelan membuat pekikan takbir itu makin ikhlas:  demi memenangkan Allah, meninggikan kalimat-Nya dan mengentaskan umat Islam dari kezaliman. Baca lebih lanjut

Pergolakan Arab dalam Perspektif Muqawamah


Pergolakan sosial sejak awal 2011 di Afrika Utara dan Timur Tengah memberi banyak inspirasi kepada dunia, tak terkecuali umat Islam. Kejadiannya mengalir, disulut oleh suatu peristiwa yang tampak biasa. Bermula dari perlawanan seorang pemuda tukang buah yang membakar diri akibat gejolak kemarahan yang membuncah di dadanya dan tertahankan lagi, sementara salurannya tak ada.  Ia merasa membentur tembok kokoh yang membuat semua jeritan dan tuntutan keadilan yang ia teriakkan menguap terbawa angin. Baca lebih lanjut

Tanggapan atas “Salah Kaprah Refleksi Jihad Aceh 2010”


Saya menemukan tulisan di blog www.sjihad.wordpress.com yang memuat koreksian atas apa yang saya tulis dalam Refleksi Jihad Aceh 2010. Menariknya, artikel tersebut merupakan halaman tunggal di blog itu.  Saya merasa perlu untuk menanggapi balik karena ada beberapa hal yang perlu diluruskan. Sebagian lain benar. Tanggapan ini saya maksudkan agar kita selalu mengembangkan diskusi sehat dalam rangka memastikan jihad yang kita rencanakan lebih sesuai sunnah, lebih ikhlas, lebih sesuai waqi’ dan lebih merugikan musuh. Baca lebih lanjut

PKS Ditinggalkan Sang Penasehat


Berikut saya tampilkan pernyataan “talak” dari seorang simpatisan PKS yang sebelumnya dengan istiqamah menasehati dan mengkritik sepak terjang PKS. Pernyataan talak ini menyusul peristiwa penting di tubuh PKS yang menandai berakhirnya era partai dakwah menjadi partai biasa.

Peristiwa itu adalah  Munas II, di Hotel The Ritz Carlton dengan biaya Rp 10 miliar, di mana sebelumnya telah melangsungkan musyawarah Majelis Syura, yang berlangsung medio Mei di hotel mewah JW Marriott, Kuningan. Pertemuan di JW. Marriot menandai berakhirnya anggota Majelis Syuro periode 2005-2010, sekaligus melantik anggaota Majelis Syuro yang baru, periode 2010-2015. Baca lebih lanjut

Parpol Islam Terjebak Lumpur Demokrasi


Berikut saya tampilkan dua berita yang memberi bukti akan dahsyatnya jebakan lumpur bernama demokrasi. Partai politik yang lahir dari rahim Ikhwanul Muslimin terjebak di dalamnya, dan tak bisa keluar. Makin lama makin dalam, dan hampir tenggelam karenanya.

Kita prihatin, dan harus menasehati mereka. Atau minimal menjadikan berita ini sebagai pelajaran yang berharga. Baca lebih lanjut

REFLEKSI JIHAD ACEH 2010 (bag 3)


Merumuskan Peta Kontribusi Umat Islam

Mujahidin perlu merumuskan peta kontribusi umat yang dibutuhkan untuk menegakkan Islam, dalam rangka memastikan semua unsur umat bisa mengambil peran sesuai minat dan kemampuan. Karena dalam realita seperti Indonesia saat ini (2010), rasanya tak mungkin berimajinasi bahwa seluruh umat Islam mendukung jihad, apalagi ikut hadir di medan jihad. Baca lebih lanjut