Tujuan Negara Islam (3)


Sebagai pasangan mendakwahkan Islam, tugas negara Islam yang lain adalah melaksanakannya. Maksudnya, memastikan Islam terlaksana di wilayah kedaulatannya. 

2- Melaksanakan Islam

Aspek lain yang menjadi tanggung jawab imam adalah menjamin terlaksananya semua syariat Islam di wilayahnya secara merdeka dan total.

Merdeka berarti bebas dari campur tangan pihak luar.

Kemerdekaan menjalankan syariat dapat diraih dengan maksimalnya pencapaian aspek pertama. Indikatornya, musuh Allah dan musuh umat Islam dalam kondisi putus asa untuk mengganggu urusan rumah tangga umat[1]. Imam punya kedaulatan penuh untuk mengawal pelaksanaan syariat tanpa perlu mempertimbangkan keberatan dari negara lain. Berbeda dengan realitas kita, ketika ada salah satu negara yang berniat melaksanakan hukum rajam, media internasional ribut mempersoalkannya. Karena negara tersebut tidak punya kedaulatan dan kemerdekaan penuh, keputusan itu ditinjau ulang.

Total berarti syariat terlaksana secara lengkap dari a sampai z.

Totalitas melaksanakan syariat kemudian sekedar menjadi problema internal umat Islam, ketika syarat kemerdekaan terpenuhi. Dalam ungkapan lebih sederhana, peluang telah tersedia, tinggal itikad baik dari penguasa yang jadi masalah. Bila ia mau, syariat berjalan sempurna. Jika tidak, modal kemerdekaan menjadi tak bermakna. Untuk menjamin totalitas, setidaknya diperlukan dua pekerjaan:

  1. Menegakkan syariat, hukum pidana dan hukum-hukum lain.

Menegakkan syariat merupakan cara yang paling baik menjaga agama ini. Sama halnya untuk memelihara jalan, yang paling baik dengan cara sering melewatinya. Demikian juga doktrin sepak bola dan tinju; pertahanan terbaik adalah menyerang.

Keutuhan agama ini terjamin jika diaplikasikan oleh masyarakat. Bentuknya sederhana, semua perintah dilaksanakan dan semua kemunkaran dibasmi. Dan sesuatu yang berkaitan dengan memerintah dan membasmi, paling efektif jika ditangani oleh pemerintah.

Negara berkewajiban membentuk baitul mal untuk mengelola urusan keuangan umat seperti zakat, ghonimah, shodaqoh, hibah, wakaf dan lain-lain. Negara juga berkewajiban membentuk lembaga peradilan agar masyarakat mendapat kepastian hukum dan keadilan bisa ditegakkan. Dengan lembaga ini pencuri bisa dipotong tangannya, yang berzina bisa dijilid, yang menzalimi bisa diqishas dan seterusnya.

Ibnu Taimiyah berkata: Para ulil amri (imam) bertanggung-jawab melaksanakan hudud (hukum pidana syariah) yaitu dengan cara memberi sanksi baik terhadap orang yang meninggalkan kewajiban maupun yang melaksanakan larangan[2].

Perlu diketahui sanksi dalam Islam ada dua macam.

Pertama, sanksi definitif yang disebut hudud, seperti pidana pencurian sanksi definitifnya adalah dipotong tangannya, tidak bisa diganti dengan bentuk lain sesuai kebijakan.

Kedua, sanksi non-definitif. Sanksi jenis ini deserahkan kepada kebijakan hakim dengan mempertimbangkan kadar kesalahan dan kondisi pelaku.

  1. Membawa umat pada pelaksanaan Islam dengan motivasi dan ancaman.

Selain menyediakan sarana untuk melaksanakan syariat dengan lengkap, masih diperlukan aspek lain yaitu motivasi atau ancaman. Manusia memiliki keragaman sifat dan pendekatan. Ada yang dengan motivasi saja sudah cukup meluruskan amalnya. Ada juga yang harus menggunakan paksaan dan ancaman.

Inti masalah pada pelaksanaan syariat di tengah masyarakat. Caranya dengan memberi motivasi, tapi jika tidak bisa digunakan ancaman. Rasulullah saw bersabda:

لا، حتى تأخذوا على يد الظالم فتأطروه على الحق أطراً

Artinya: …hingga kamu merebut tangan si zalim lalu kamu paksa ia melakukan kebenaran dengan suatu paksaan yang nyata[3].


[1] Lihat QS 5:3 yang artinya: …hari ini orang-orang kafir putus asa untuk mengganggu agama kamu …..

[2] Ibnu Taimiyah, al-hisbah, hal. 55

[3] HR Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dengan status lemah karena munqothi’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s