Ahok No, System No, Islam Yes


Realita umat Islam lebih banyak yang pahit. Tak hanya di Timur Tengah sana yang belum juga surut dari pertumpahan darah masal. Kendati bukan saling bunuh, persoalan kaum muslimin di sini tak kalah rumit. Di balik situasi damai dan makmur secara lahir sejatinya menyimpan banyak problema di belakang layar.

Ahok memperoleh peruntungan setelah karir Jokowi yang moncer, menjadi pucuk pimpinan negeri ini. Jakarta yang kental warna Islamnya kini dipimpin seorang non muslim keturunan Tionghoa pula. Sebagian menganggap biasa, sebagian lain merasa luar biasa. Bagaimana mungkin daerah mayoritas muslim justru dipimpin gubernur non muslim? Emangnya gak ada muslim yang layak memimpin?  Baca lebih lanjut

Mencari Kemerdekaan Hakiki


RENUNGAN RINGAN HUT KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 2016

Bagi masyarakat Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan. Karenanya tiap tahun dirayakan. Ternyata bila ditilik dari kacamata tauhid, itu baru kemerdekaan semu. Masih ada tahap yang harus dilalui untuk sampai pada kemerdekaan hakiki.

Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa. Begitulan kalimat pembuka dalam UUD’45 yang menjadi dasar bagi NKRI. Semua umat manusia merindukan kemerdekaan. Bahkan karenanya revolusi di berbagai belahan dunia terjadi. Baca lebih lanjut

Bercerai Untuk Menang (Catatan atas Spin-off JN dari Al-Qaeda)


Entah sisi mana yang harus dikomentari. Semua bagiannya menarik. Sosok yang selama ini misterius, tiba-tiba muncul wajahnya. Ya, wajahnya. Ini yang paling ditunggu. Soalnya tahun lalu ia baru nyicil; punggungnya. Laksana satrio piningit dalam mitologi Jawa yang ditunggu kehadirannya sebagai juru selamat. Baru beberapa jam ditayangkan Youtube, ribuan pasang mata dengan antusias melihatnya. Ada yang penasaran sekedar ingin tahu wajahnya, karena dalam wawancara tahun lalu ia membelakangi kamera. Ada yang ngebet ingin tahu untuk kemudian mengulik sisi negatifnya lalu melakukan jurus bully sebisanya. Agaknya tipe ini mewakili anak-anak ISIS yang tak akan lekang dendam mereka kepada JN meski berubah nama. Untuk AS, mereka senang bukan kepalang karena bisa mengidentifikasi wajahnya gratis tanpa repot, untuk kemudian memburunya dengan drone. Baca lebih lanjut

Tauhid dan Diplomasi Jihad


 Pertarungan yang terjadi antara al-haqq melawan al-batil semestinya berangkat dari idea. Berangkat dari pembelaan terhadap konsepsi utuh al-haqq dari serangan sporadis al-batil. Bila berangkat dari konsepsi, pemantik perseteruan yang paling afdhal adalah jika inti konsepsi diserang oleh al-batil; yakni konsepsi Tauhid. Baca lebih lanjut

Syirik di Tengah Pragmatisme dan Keawaman Umat


Beberapa pekan terakhir masyarakat dibombardir berita panas si dukun tua bangka pemilik delapan gundik. Bak lakon sinetron, di jaman semodern ini ada orang yang mampu menaklukkan delapan wanita untuk tinggal satu atap dengan ‘akad nikah gelap’. Setelah diserang habis-habisan di media massa oleh mantan muridnya dengan tuduhan perdukunan dan kesesatan karena mempergundik delapan wanita sekaligus, si dukun dan para gundiknya mulai melawan. Delapan wanita tersebut muncul di televisi tanpa tersisa rasa malu demi membela diri. Drama makin seru, apalagi ditambah dengan polah tingkah pengacara yang ‘profesional’ tapi masa bodoh dengan halal haram, karena ideologinya adalah uang. Baca lebih lanjut

Merancang Jihad Sebagai Anugerah dari Langit


Jangan menyangka anugerah jihad Suriah saat ini sesuatu yang turun tiba-tiba. Semuanya mengikuti hukum sunatullah kauniyah, seiring proses kematangan para pengusungnya. Suatu proses panjang, jatuh bangun yang tidak mudah. Baca lebih lanjut

Partai Dakwah di dalam Sistem Demokrasi, Emang Bisa… ?


Setelah sekian lama masyarakat dipusingkan dengan harga daging yang melambung tinggi, tiba-tiba terdengar berita KPK menangkap LHI, presiden PKS dengan sangkaan suap impor daging. Publik langung gempar antara sedih dan gembira. Sedih karena terkejut ternyata siluman yang membuat daging mahal justru oknum tertinggi di tubuh partai dakwah, yang selalu mengusung jargon anti korupsi. Gembira karena “tikus” yang merusak kehidupan masyarakat akhirnya terkuak.

Umat Islam seperti disadarkan dari sebuah mimpi, bahwa usaha memperbaiki kondisi masyarakat dan negara melalui partai politik selalu membuat pelakunya terserimpung kakinya. Suatu sunnatullah yang mestinya sudah diperhitungkan dengan matang sebelum memulainya. Bagi yang belum mengerti sunnatullah ini, akan terus terkaget-kaget dan tak henti-hentinya bergumam dalam hati: kok bisa ya ! Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya