Musuh, dan skala prioritasnya


Bagian kedua

Masuknya Uni Sovyet ke Afghan dan pembiaran terhadap mujahidin yang sedang melakukan perlawanan adalah kesalahan strategi yang kini disesali Barat. Pasalnya, belum lama – awal abad 20 – mereka sukses memecah belah umat Islam, kini dengan jihad Afghan umat Islam bersatu kembali. Barat khawatir, jihad menjadi pintu kemenangan umat Islam. Memang kadang di balik musibah ada berkah. Semenjak runtuhnya Khilafah, umat Islam belum pernah bisa bersatu sebagai umat (bukan sebagai negara-negara atau bangsa-bangsa) kecuali saat jihad Afghan.

Dengan kata lain, umat Islam semenjak meninggalkan jihad belum pernah bisa bersatu, tapi setelah mereka kembali kepada agamanya (ideologi jihad), mereka bersatu kembali. Jihad berperan sebagai pemersatu. Kita tahu bahwa kita ada yang berasal dari Saudi, Mesir, Iraq, Syam, Maroko, Mauritania, Sudan, Libya, Somalia, Indonesia, Patani (Thailand), Maladewa, Malaysia, Filipina, Pakistan, Bangladesh, India, Tajikistan, Turkistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Turki dan Iran. Tapi kita semua adalah umat Islam yang satu. Rabb kita satu. Agama kita satu. Obsesi kita satu.

Allah SWT berfirman:

¨bÎ) ÿ¾Ínɋ»yd öNä3çF¨Bé& Zp¨Bé& Zoy‰Ïmºur O$tRr&ur öNà6š/u‘ Âcr߉ç7ôã$$sù ÇÒËÈ

Sesungguhnya umat ini adalah umat kamu; umat yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku. (QS Al-Anbiya’: 92)

Senada dengan ini, Allah SWT berfirman:

¨bÎ)ur ÿ¾Ínɋ»yd óOä3çF¨Bé& Zp¨Bé& Zoy‰Ïnºur O$tRr&ur öNà6š/u‘ Èbqà)¨?$$sù ÇÎËÈ

Sesungguhnya umat ini adalah umat kamu; umat yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku. (QS Al-Mukminun: 52)

Saya yakin, sepanjang pengamatan saya, bahwa garda depan dalam persatuan ini adalah kelompok jihad pembela agama Allah  yang biasa dikenal sebagai Al-Qaeda. Kelompok yang mencerminkan umat Islam dalam wajah baru.

Saya harap paparan saya ini tidak terlalu panjang. Intinya, saya ingin menggambarkan kilasan sejarah umat Islam abad lalu dalam satu atau dua halaman.

Fase Kedua: Perbudakan Penuh

Setidaknya, ungkapan ini mewakili obsesi Barat terhadap umat Islam. Tapi faktanya jauh panggang dari api. Allah SWT berfirman:

šcr߉ƒÌãƒ br& (#qä«ÏÿôÜムu‘qçR «!$# óOÎgÏdºuqøùr’Î/ †p1ù’tƒur ª!$# HwÎ) br& ¢OÏFム¼çnu‘qçR öqs9ur on̍Ÿ2 šcrãÏÿ»s3ø9$# ÇÌËÈ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS At-Taubah: 32)

1-  Menawarkan strategi ‘memahami, kompromi dan menerima realitas’ kepada umat Islam melalui para penguasa dan cendekiawan Arab. Tawaran ini disambut dengan antusias oleh penguasa Arab, diantaranya raja Abdullah dari Saudi Arabia.

2-  Merekayasa kesiapan psikologis masyarakat (umat Islam) dengan sejumlah doktrin dan pemaksaan, untuk menerima realitas kekuatan Israel, keunggulan militernya dan dukungan Barat yang membabi-buta. Kita bisa mengukur tekanan yang dilancarkan Ariel Sharon  terhadap rakyat Palestina, meski dilawan sekuat tenaga dengan segenap pengorbanan darah dari pihak rakyat Palestina. Sebagaimana tekanan yang dilakukan Amerika terhadap rakyat Iraq.

3-  Pada bulan-bulan ini (pertengahan 2002 hingga pertengahan 2003) saja kita dapat saksikan munculnya upaya-upaya persekongkolan antara Yahudi-Kristen dengan mitra mereka dari kalangan penguasa dan pengkhianat. Mereka mengagendakan untuk menetralisir dunia Islam dari unsur-unsur perlawanan bersenjata. Caranya, memukul gerakan jihad melalui serangkaian operasi pembunuhan terhadap pemimpin-pemimpinnya dan menangkap anak buahnya. Operasi ini dilakukan secara terukur dan fokus agar tak memancing – sebisa mungkin – keresahan publik. Operasi dilaksanakan dengan jargon ‘membasmi pengacau keamanan’. Pada ranah opini, gerakan jihad digiring untuk berhadap-hadapan dengan pemerintah yang  menawarkan ‘kebebasan’ ala Sekularisme sehingga masyarakat berpihak kepada pemerintah. Bentuk pengkondisian psikologis agar pemerintah mudah melakukan pembunuhan dan penangkapan.

Ada hal yang lebih berbahaya dari itu; menceraikan mujahidin dari umat Islam, dengan menjulukinya sebagai kaum Khawarij, kelompok sesat, dan hanya minoritas yang tidak mewakili suara umat Islam bahkan umat Islam berlepas diri dari pemikiran mereka. Dari sini, kelompok jihad – baik yang sudah matang maupun yang amatiran – hendaknya tidak jatuh pada lobang yang sama untuk kedua kalinya. Ingatlah, kita sedang menunggu datangnya momentum saat koalisi Yahudi Nasrani menginvasi umat Islam, saat boneka-boneka mereka kehilangan kartu truf, dan pasukan keamanan kehilangan kendali. Inilah momentum kita untuk mulai beraksi. Tapi diperlukan sejumlah persiapan, yang akan saya terangkan pada pembahasan berikutnya.

4- Penguasaan SDA dan menata ulang peta geopolitik dunia. Mereka merancang agar wilayah-wilayah yang kaya SDA bisa dikuasai PBB (Amerika) melalui tangan para komprador lokal.  Mereka mengagendakan berdirinya Israel Raya yang membentang dari Nil (Mesir) hingga Euphrat (Iraq). Mereka juga menyiapkan berdirinya pemerintahan Nasrani di Mesir selatan dan membagi kekuasaan di Sudan (Islam dengan Kristen). Juga merancang  kekuasaan sunni di Hijaz sampai saat tertentu, dan agenda-agenda lain. Oleh karenanya, mereka mengangkat agen-agen yang memiliki komitmen menjaga kepentingan mereka, dan mengawal masa depan mereka. Untuk melapangkan skenario ini, mereka memecah belah umat Islam sedemikian rupa. Bertolak dari sini, kita menjadi tahu makna kalimat Bush: Ini adalah perang salib baru…

Jangan pernah mengira bahwa skenario ini akan terjadi. Tidak, untuk selamanya. Kita yakin dengan firman Allah berikut:

¨bÎ) šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. tbqà)ÏÿZムóOßgs9ºuqøBr& (#r‘‰ÝÁu‹Ï9 `tã È@‹Î6y™ «!$# 4 $ygtRqà)ÏÿZãŠ|¡sù §NèO Ücqä3s? óOÎgø‹n=tæ Zotó¡ym §NèO šcqç7n=øóム3 z`ƒÏ%©!$#ur (#ÿrãxÿx. 4’n<Î) zO¨Yygy_ šcrçŽ|³øtä† ÇÌÏÈ u”ÏJu‹Ï9 ª!$# y]ŠÎ6y‚ø9$# z`ÏB É=Íh‹©Ü9$# Ÿ@yèøgs†ur y]ŠÎ6y‚ø9$# ¼çmŸÒ÷èt/ 4’n?tã <Ù÷èt/ ¼çmyJà2÷Žzsù $YèŠÏHsd ¼ã&s#yèôfuŠsù ’Îû tL©èygy_ 4 šÍ´¯»s9’ré& ãNèd šcrçŽÅ£»y‚ø9$# ÇÌÐÈ

36.  Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan, 37.  Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka jahannam. mereka Itulah orang-orang yang merugi. (QS Al-Anfal: 36-37)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s