INILAH KESESATAN SALAFI MAZ’UM (MURJIAH KONTEMPORER)


Mukadimah
Jika kita perhatikan tulisan-tulisan, diskusi, seminar bahkan wawancara yang dilakukan terhadap sebagian aktifis Islam pada saat ini, kita akan mendapatkan seolah-olah sekte sesat yang diblacklist oleh Rasulullah saw telah hilang kecuali Khawarij. Bagi mereka seolah-olah bumi ini telah bersih dari orang-orang kafir, murtad, zindiq, sekuler dan yang tersisa hanyalah kesesatan Khawarij. Dalam halusinasi mereka seolah-olah Khawarij ini sedang bangkit kembali untuk meraih Khalifah Rasyidah!
Tulisan ini bukan merupakan pembelaan terhadap kaum Khawarij karena tidak ada artinya membela kelompok sesat tersebut. Namun di sini penyusun hanya ingin menjelaskan bahwa tidak sedikit yang menuduh Khawarij salah alamat. Bahkan kita temukan mereka yang menuduh ternyata terjerumus dalam paham Khawarij sendiri. Mereka menganggap sesat selain kelompok dan golongannya. Tidak tanggung-tanggung mengkafirkan masyarakat suatu negara secara general. Bahkan ketika menghadiri Mu’tamar Ahli Sunnah di Texas Amerika ada kalangan yang menyatakan, bahwa Jama’ah Tabligh dan Jam’iyyah Syar’iyyah merupakan dua kelompok yang akan masuk neraka.!
Ilmu macam apa yang mereka miliki dan pelajari? Kesesatan macam apa yang mereka anut kalau bukan kesesatan Khawarij? Mereka memusuhi (memerangi) Umat Islam dan membiarkan para penyembah berhala!
Maka wajar jika pada saat itu salah seorang murid Syekh Utsaimin, seorang dai’ Mesir berkaliber internasional Syekh Muhammad Hassan menegur mereka dan meluruskan pemahaman mereka yang keliru. Namun dikarenakan watak mereka yang suka ‘ngeyel’, merekapun tetap tidak menerima nasehat berharga tersebut. Pada akhirnya Syekh Shafwat Nuruddin –rahimahullah- (Ketua Jama’ah Anshar As Sunnah saat itu) berdiri dan mengutarakan kekecewaannya. “Jauh-jauh kita datang dari negri kita, tapi kita tidak mendapatkan apa yang kita cari, kita sesama Ahli Sunnah justru bertengkar di sebuah negri non Islam.”
Mereka yang menuduh kalangan lain sebagai Khawarij ternyata mereka juga merupakan bagian dari kelompok sesat tersebut. Bahkan kedok mereka akhirnya terbuka, mereka adalah jaringan Neo Murjiah. Cukuplah fatwa yang keluar dari Komisi Fatwa Kerajaan Saudi yang menjelaskan siapa sebenarnya mereka .

Sikap Syaikh Utsaimin
Adapun penjelasan sebagian kalangan bahwa Syekh Utsaimin menyayangkan fatwa tersebut, hal ini bukan berarti fatwa itu salah. Bahkan kita mendapatkan penjelasan bahwa Syekh Utsaimin tidak setuju dengan keyakinan Syekh AlBani bahwa kekafiran terjadi hanya dikarenakan istihlal (penghalalan) dan juhud (penolakan) saja. Hal ini sebagaimana dimuat dalam buku “Min Fitnati Takfir” karya Syekh Abu Lauz. Syekh Utsaimin berkata: “Namun kita menyelisihi beliau (Syekh AlBani) dalam sebuah permasalahan, bahwa mereka tidak dihukumi kafir hingga mereka meyakini halalnya (tidak berhukum kepada hukum Allah). Permasalahan tersebut perlu dipertimbangkan lagi. Kami katakan, barang siapa yang meyakini halalnya (tidak berhukum dengan hukum Allah) meskipun ia berhukum dengan hukum Allah dan dia meyakini hukum selain Allah lebih utama. Maka dia kafir, kafir karena keyakinan…(hal. 28) .”
Sebuah Perbandingan
Kita tidak menafikan, pada masa ini ada kalangan yang berfaham Khawarij. Seperti yang terjadi di Mesir, ada kelompok yang mengaku sebagai “Jama’ah Muslimin” dan media massa menyebutnya Jama’ah Takfir Wal Hijrah yang dipimpin oleh Musthafa Syukri. Kelompok ini mudah sekali mengkafirkan kalangan yang bukan dari kelompoknya. Konon yang tidak dikafirkan olehnya ada dua: Mentri Kesehatan dan Perhubungan. Bahkan dia berani mengkafirkan Nabi kita Muhamad saw.
Namun perlu dijadikan bahan renungan bahwa Khawarij pada saat ini jumlahnya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan kelompok-kelompok sesat lainnya. Coba bandingkan dengan kelompok sesat lainnya yang ada di permukaan bumi ini! Kaum kafir, Kelompok Sekuler, Syi’ah, Ahmadiyah, Murjiah, Quburiyah dan lain-lain.
Dan perlu dicatat juga, tidak semua orang yang bertentangan dengan penguasa harus diberi label Khawarij. Bukankah suri tauladan kita, Nabi Ibrahim bersebrangan dengan penguasa saat itu. Bukankah Nabi Musa bersebrangan dengan pemerintahan Fir’aun dan keluar ke Negri Madyan? Bukankah nabi kita Muhamad saw bersebrangan dengan para pemimpin saat itu dan keluar meninggalkan Mekah menuju Madinah? Apakah mereka Khawarij? Apakah para penguasa itu adalah Ulil Amri?
Dengan demikian tuduhan Khawarij bukan pada tempatnya merupakan tuduhan klasik. Husein bin Ali beserta pengiringnya yang keluar menuju Kufah, Abdullah bin Zubeir, Sulaiman bin Shord dengan At Taubahnya yang berjumlah 3000 pasukan, Imam Ahmad, Imam Nawawi, Izuddin Abdul Salam, Ibnu Taimiyah, Muhamad bin Abdul Wahab dan lain-lain.
Tidak semua orang yang menyerukan pentingnya syariat harus diberi label Khawarij. Tidak semua orang yang mengatakan “Laa Hukma Illa lillah” (tidak ada hukum kecuali hukum Allah) mereka adalah Khawarij. Pernyataan itu adalah makna dari pernyataan seorang nabi yang mulia dan merupakan putra dari seorang nabi yang mulia, dialah Yusuf as. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, Yusuf berkata: “Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah.” (Yusuf: 40).
Setelah Rasul saw wafat, slogan tersebut dilontarkan oleh Khawarij pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Pada masa itu Ali merupakan khalifah yang sah, berpihak kepada umat Islam, menegakan syari’at Allah, mengibarkan panji jihad, memberikan loyalitas kepada orang-orang beriman dan memusuhi orang-orang kafir.
Permasalahannya kemudian, siapakah yang berani mengatakan penguasa (baca Ulil Amri) saat ini sama dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib? Undang-undang yang digunakan saat ini apakah sama dengan undang-undang yang diberlakukan pada masa Khalifah Ali?
Di sini perlu kiranya kita merenungkan pernyataan Syekh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsari dalam bukunya “Al Wajiz Fi Aqidati as Salaf as Shalih (Ahli Sunnaah Wal Jama’ah, hal 169 ) . Beliau berkata: “Adapun jika (para penguasa) menihilkan syariat Allah, tidak berhukum dengannya dan berhukum dengan yang lain maka mereka telah keluar dari ketaatan kaum muslim dan manusia tidak wajib mentaatinya. Karena mereka telah menyia-nyiakan tujuan imamah (kepemimpinan) yang dengan keberadaannya ia diangkat, berhak didengar, ditaati dan tidak boleh keluar darinya. Ulil Amri berhak mendapatkan itu semua dikarenakan mereka melaksanakan kepentingan (urusan) kaum muslim, menjaga dan menyebarkan agama, melaksanakan hukum-hukum, menjaga perbatasan, memerangi orang-orang yang menolak Islam setelah mendakwahinya, mencintai kaum muslimin dan memusuhi orang-orang kafir.
Jika dia tidak menjaga agama atau tidak melaksanakan urusan kaum muslim maka telah hilang darinya hak kepemimpinan. Dan wajib bagi umat (dalam hal ini diwakili oleh Ahlul Halli Wal ‘Aqdi, karena kepada merekalah kembalinya kendali permasalahan) untuk mencopotnya dan menggantinya dengan yang lain yang punya kapabilitas untuk merealisasikan tujuan kepemimpinan.
Ketika Ahli Sunnah tidak memperbolehkan keluar dari para pemimpin yang dzalim dan fasik -karena kejahatan dan kedzaliman tidak berarti menyia-nyiakan agama- maka yang dimaksud mereka adalah pemimpin yang berhukum dengan syariat Allah. Kalangan As Salaf As Shalih tidak mengenal istilah pemimpin (Ulil Amri pent-) yang tidak menjaga agama. Menurut mereka pemimpin seperti ini bukanlah Ulil Amri. Yang dimaksud kepemimpinan (Ulil Amri) adalah menegakan agama. Setelah itu baru ada yang namanya kepemimpinan yang baik dan kepemimpinan yang buruk .

Pembaca budiman, sebagaimana telah disebutkan di awal bahwa mereka yang menuduh kalangan yang ingin menegakan syariat dengan sebutan Khawarij ternyata mereka juga merupakan generasi Murjiah. Lantas siapakah sebenarnya Murjiah? Maka di sini kita akan kutipkan pernyataan-pernyataan yang datang dari ulama terdahulu (As Salaf As Shalih) seputar Murjiah.
Murjiah dan Pernyataan Ulama Salaf
Paham murjiah ini bisa berbahaya bagi ajaran Islam dan pemeluknya. Bahkan Syekh DR. Bakr Abu Zaid dalam bukunya ‘Dar’ul Fitnah ‘An Ahli Sunnah’ menyebutkan di antara dampak negatif paham Murjiah adalah meremehkan shalat, syariat Islam dan jihad di jalan Allah.
Selain dari buku-buku tadi yang membongkar syubhat neo murjiah bisa juga dilihat buku Al Hukmu Bighaeri Maa Anzalallah Ahwaluhu Wa Ahkaamuhu karya Prof. DR. Shalih Al Mahmud , Ar Rudud karya DR. Bakr Abu Zaid dan At Tawassuth Wal Iqtishad Fi Annal Kufro Yakuunu Bil Qaul Awil Fi’li Awil I’toqad karya Alwi bin Abdul Qadir As Saqqaf. Buku terakhir ini telah dibaca oleh Syekh Bin Baz, diberi pengantar, diwasiatkan untuk dicetak dan disebarkan .
Sa’id bin Jubair (wafat Th. 95H)
Ummu Abdillah bin Habib dari ibunya berkata: “Aku mendengar Sa’id bin Jabir ketika menyebut Murjiah, beliau berkata: “Mereka adalah Yahudi.”
Ibrahim An Nakha’i (Wafat th. 96 H)
Sa’id bin Shalih berkata: “Ibrahim berkata: “Sesungguhnya fitnah Murjiah lebih dikhwatirkan dari pada fitnah Azariqah.”
Muhamad bin Ali bin Al Husain (Wafat th. 118 H)
Muhamad bin Muslim berkata, Abu Ja’far Muhamad bin Ali bin Al Husain berkata: “Tidaklah kemiripan malam dan siang melebihi kemiripan Murjiah dan Yahudi.”
Abu Hatim, Lc.

29 Tanggapan

  1. muantab.maz’um kok nggak ada yang komment disini ya?

  2. Thayyib ya akhi… anggap saja pemerintah RI udah kafir dan wajib khuruj (perang) melawan pemerintah. Di sini kita punya dua ihtimal:
    1. Kita memiliki kekuatan untuk menggulingkan pemerintah dan menegakkan daulah Islamiyyah, atau:
    2. Kita tidak punya kekuatan untuk itu.
    Kalau jawabannya yg pertama, maka pertanyaan berikutnya ialah: Mengapa sampai sekarang pemerintah (yg dicap kafir ini) tidak terguling juga? Lagi pula, berapa jumlah ‘mujahidin’ yg siap menggulingkan para tentara Thaghut yg ratusan ribu orang bersenjata lengkap itu? Plus artileri, tank, pesawat tempur, dll… adakah ‘mujahidin’ memiliki kekuatan sebanding, atau paling tidak kekuatan yg masuk akal-lah untuk melawan para tentara Thaghut tsb? Ana rasa, jumlah personal maupun peralatan sungguh tidak sebanding.
    kalau begitu, maka tinggal opsi kedua yg ada: Yaitu ‘mujahidin’ tdk punya kekuatan untuk menggulingkan pemerintah yg Thaghut ini… nah, kalau sudah begini, marilah kita berkiblat kepada Rasulullah dan para sahabatnya tatkala berada di Mekkah. Apa yg mereka lakukan? Adakah mereka tetap melawan ataukah hijrah mencari bumi lain yg lebih kondusif…? Mengapa mereka tidak nekat melawan saja, toh yg mati kan pasti masuk Jannah (Surga)…?
    Kalau ada yg mengatakan: “Perintah untuk tidak melawan musuh telah dihapus dengan ayatus saif”, maka saya katakan, dalam kaidah usul fiqih kita mengenal bahwa selama nas-nas yg ada masih bisa dikompromikan, maka itulah yg harus dilakukan. Adapun setelah tidak bisa dikompromikan, maka baru kita menganggap adanya nasikh wal mansukh.
    To the point aja… ketika para ulama mengatakan: “Wajib mencopot pemimpin yg menihilkan syariat Allah, dst…” jangan lupa bahwa itu semua dengan syarat ‘kita mampu melakukannya tanpa menimbulkan mafsadat yg lebih besar’. Itu sudah mafhum ya akhi, dan inilah yg ana rasa jadi inti perbedaan antara ‘mujahidin’ dgn ‘salafi’.
    Apa yg sering dilakukan ‘mujahidin’ berupa peledakan2 yg mengatasnamakan jihad itu, ternyata getahnya tidak cuma dirasakan oleh ‘mujahidin’ sendiri… tapi oleh seluruh gerakan Islam, terutama yg memiliki ciri-ciri ‘berjenggot’, ‘tidak isbal’, ‘istrinya bercadar’, ‘bergamis’, dan semisalnya… ‘Salafi’ menjadi pihak yg terzhalimi karena dituduh membawa pemikiran spt itu, padahal sama sekali tidak demikian. Oleh karena itu, wajar saja jika salafi membela diri karena mereka ikut terzhalimi akibat ulah para ‘mujahidin’ tsb…
    Kita tidak sependapat dengan cara-cara antum, bukan berarti kita meridhai pemerintahan ‘Thaghut’ ini… tapi karena cara-cara itu justru membawa mafsadat yg lebih besar bagi Islam dan kaum muslimin.

    • ya taruhlah kita tidak punya kkuatan mngalahkan bala tentara thagut,krn sdkitnya personel,maupun senjata,ttp apakah status kkafiran pr taghut brubah mjd muslim?anda brkata”Kita tidak sependapat dengan cara-cara antum, bukan berarti kita meridhai pemerintahan ‘Thaghut’ ini”..cukuplah kedustaan antum,bagaimana ada ksamaan pendpt,sdgkan antum&golonganmu..mganggap pmrinthan sekuler ini sbg “ulil amri”yg mesti ditaati,&bagaimana kkuatan mujahidin,pr ahlu tauhid,jd besar,sdgkan antum berdiri mnggembosi mrk..kita tdk s7 aksi pemboman,bkn brrti kt mncela pr mujahid sbg “khawarij”& mlh mngnggap pnguasa sekuler taghut sbg “ulil amri”…..

      • Akhiy, kalimat yang dipakai Ust. Abu Hudzaifah adalah “anggap saja” yaitu kalimat pengandaian/bukan sebenarnya. Sehingga bukan berarti yang diyakini Ust. Abu Hudzaifah sejalan dengan Aqidah antum.

        Dalam tulisan di atas tersisa opsi kedua, yang konsekuensinya Hijrah. Namun kenyataannya para oknum “Mujahidin” ini SERAMPANGAN dalam menerapkan opsi dan konsekuensi di atas sehingga itulah yang disesalkan oleh Ust. Abu Hudzaifa dalam DUA PARAGRAF yaitu akibat dan getahnya tidak hanya dirasakan “Mujahidin” tapi juga seluruh gerakan Islam, terutama yg memiliki ciri-ciri ‘berjenggot’, ‘tidak isbal’, ‘istrinya bercadar’, ‘bergamis’, dan semisalnya….

        • Akhiy, kalimat yang dipakai Ust. Abu Hudzaifah adalah “anggap saja” yaitu kalimat pengandaian/bukan sebenarnya. Sehingga bukan berarti yang diyakini Ust. Abu Hudzaifah sejalan dengan Aqidah antum

          Apakah beda aqidah akhi ?Antum yakin ?

          Satu pertanyaan ana,

          Apakah pemimpin kita saat ini berhukum dengan hukum Allah atau tidak?

          Jika ya, maka tidak ada pertanyaan lagi

          Jika tidak maka, apakah pemimpin yang berhukum dengan hukum Allah adalah ulul amri yang harus dita’ati ataukah Thagut yg harus dijauhi ?

          “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauhjauhnya. (Qs: An-Nisaa: 60)

    • Abu Hudzaifah Al Atsary berkata :
      Kita tidak sependapat dengan cara-cara antum, bukan berarti kita meridhai pemerintahan ‘Thaghut’ ini… tapi karena cara-cara itu justru membawa mafsadat yg lebih besar bagi Islam dan kaum muslimin.

      berarti antum abu2 donk, hanya memilih diantara HAQ dan BATHIL. alias cari selamat..?
      bukankah salaHfy mengharamkan pemilu…?
      kenapa hasil dari pemilu yg salaHfy haramkan diterima…?

      jujur ana mengakui antum pintar dan cerdas…
      seorang penulis yg handal…

      tapi…bbanyak BUT[tapi] nya Akh…

      • Sangat jelas, secara asal kedudukan hukum pemilu kita bersepakat yaitu HARAM.

        Kemudian ada pertanyaan: “kenapa hasil dari pemilu yg salaHfy haramkan diterima…?

        Coba fahami hadits Al-‘Irbadl bin Sariyyah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata:

        “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberi nasihat kepada kami pada suatu hari setelah shalat Shubuh dengan satu nasihat yang jelas hingga membuat air mata kami bercucuran dan hati kami bergetar. Seorang laki-laki berkata : ‘Sesungguhnya nasihat ini seperti nasihat orang yang hendak berpisah. Lalu apa yang hendak engkau pesankan kepada kami wahai Rasulullah ?’. Beliau bersabda : ‘Aku nasihatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun (yang memerintah kalian) seorang budak Habsyiy. Orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku nanti) akan menjumpai banyak perselisihan. Waspadailah hal-hal yang baru, karena semua itu adalah kesesatan. Barangsiapa yang menjumpainya, maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah Al-Khulafaa’ Ar-Raasyidiin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah ia erat-erat dengan gigi geraham” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 2676; shahih.

        Perhatikan kalimat ‘Aku nasihatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun (yang memerintah kalian) seorang budak Habsyiy. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk tetap mendengar dan taat meskipun yang memerintah seorang budak. Padahal kita mengetahui, budak itu tidak boleh menjadi imam/penguasa, karena syarat menjadi imam adalah merdeka. Namun seandainya ditakdirkan ada budak yang akhirnya menjadi imam – entah bagaimana caranya – , kita tetap wajib mendengar, taat, dan berbaiat kepadanya.

        Sama halnya jika ada seseorang yang memberontak dan menggulingkan kekuasaan dari pemerintahan yang sah, kita tetap wajib mendengar dan taat, dan memberikan baiat kepadanya. Tidak boleh kita memberontak ulang kepadanya karena menganggap kekuasaannya tidak konstitusional.

        • Seharusnya pembahasan tentang Hadits ini juga antum jelaskan akhi , jangan hanya sampai kalimat walaupun (yang memerintah kalian) seorang budak Habsyiy

          إِنْ أُمِّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ مُجَدَّعٌ حَسِبْتُهَا قَالَتْ أَسْوَدُ يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا

          “Selama dia memimpin kalian dengan kitab Allah maka dengar dan ta’ati”. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dalam Bab Wujub Tha’at al Umara Fi Ghairi Ma’shiyah Wal Imam Junnah.

          Perlu dicatat, dalam Shahihnya Imam Muslim menuturkan beberapa hadits dengan ada sedikit perbedaaan redaksi. Tetapi pada intinya sama menggunakan kata-kata:

          يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ.

          Dalam riwayat Tirmidzi menggunakan redaksi ما أقام لكم كتاب الله (selama mereka menegakan kitab Allah).

          Dalam kitab Tuhfah al Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi disebutkan:

          “Maksudnya adalah selama menegakan hukumNya juga mencakup Sunah nabiNya”.

          Dalam hadits tersebut; syarat pemimpin yang ingin dita’ati adalah pemimpin yang menegakan hukum Allah.

          Dalam Fathul Bari, Ibn Hajar berkata: Pada dasarnya, Imam dibae’at agar melakukan yang haq, menegakan hudud, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar” .

          Dalam Syarhnya, Imam Nawawi berkata: “Al Qadhi berkata; Jika imam melakukan kekufuran, merubah syari’at atau melakukan bid’ah maka ia telah keluar dari statusnya sebagai pemimpin dan haknya untuk dita’ati telah gugur. Wajib bagi kaum muslim berusaha untuk mencopot dan menggantinya dengan pemimpin yang adil jika hal itu memungkinkan bagi mereka… Dan tidak wajib mencopot (pemimpin) pelaku bid’ah kecuali jika mereka mampu. Akan tetapi jika tidak mampu maka tidak wajib mencopotnya”.

          Para ulama lain menyatakan yang dimaksud kalimat tersebut adalah; memimpin rakyatnya di atas Islam, bangga dengan Al Quran, tidak murtad, tidak menolak sunnah, menjadikan agama resmi negara adalah Islam dan sumber hukumnya adalah Syariat Islam .

          • begitulah salaHfy…kalo dah bicara qur’an hadits pintar berdalil. giliran dihadapkan dalil beneran pintar berdalih atao berkelit ….

          • Assalamu ‘alaikum, mas mau tanya denger-denger yang berhak menjadi pemimpin adalah keturunan Quraisy, bukan dari Habsyiy (ma’af saya lupa hadist-nya) kalau benar hadistnya gitu, berarti terjadi pelanggaran sunah nabi, antum bilang …..Dalam kitab Tuhfah al Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi disebutkan:
            “Maksudnya adalah selama menegakan hukumNya juga mencakup Sunah nabiNya”. …….. tapi Rasululloh tetap memerintahkan untuk taat kepada budak habsyiy itu ? anda bisa jawab ???

            • Wa ‘alaikum salam warahmatullohi wabarokaatuuh

              Sesuatu yang tidak masalah knp harus dipermasalahkan akhi ?

              Adapun dalil bahwa seorang khalifah harus dari Suku Quraisy dapat dilihat di Shahih Muslim, Kitabul Imarah, bab yg pertama, yaitu
              (باب: الناس تبع لقريش والخلافة في قريش) Imam Muslim lantas menyebutkan 12 hadits dari sejumlah sahabat, dgn berbagai lafazh yg di antaranya:

              الناس تبع لقريش في هذا الشأن مسلمهم لمسلمهم وكافرهم لكافرهم، وفي رواية: الناس تبع لقريش في الخير والشر، وفي رواية: لا يزال هذا الأمر في قريش ما بقي من الناس اثنان.

              Artinya: Orang-orang senantiasa mengikuti Quraisy dalam perkara ini (yakni kepemimpinan, khilafah, dsb). Yang muslim dari mereka mengikuti yg muslim dari Quraisy, dan yang kafir dari mereka mengikuti yg kafir dari Quraisy. Riwayat lain mengatakan: Orang-orang senantiasa mengikuti Quraisy dalam kebaikan maupun keburukan. Riwayat lainnya: Perkara ini (kepemimpinan dll) senantiasa berada di tangan Quraisy selama masih tersisa dua orang.

              Dalam syarah-nya Imam Nawawi mengatakan:

              قال النووي رحمه الله في شرحه: هذه الأحاديث وأشباهها دليل ظاهر أن الخلافة مختصة بقريش، لا يجوز عقدها لأحد من غيرهم. وعلى هذا انعقد الإجماع في زمن الصحابة فكذلك بعدهم. ومن خالف فيه من أهل البدع، أو عرض بخلاف من غيرهم، فهو محجوج بإجماع الصحابة والتابعين فمن بعدهم بالأحاديث الصحيحة… إلخ.

              Hadits-hadits ini dan yg semisalnya merupakan dalil yg dhahir bahwasanya khilafah khusus bagi suku Quraisy dan tidak boleh diberikan kepada selain mereka. Inilah yg menjadi ijma’ di masa sahabat, demikian pula setelah mereka. Siapa yang mengingkarinya dari kalangan ahli bid’ah, atau berdalih dengan adanya perselisihan dari selain mereka; berarti telah menyelisihi ijma’ sahabat, tabi’in dan yg setelahnya; yang berdasar kepada hadits-hadits shahih… (lihat Syarh Shahih Muslim 12/405-406).

              Inilah dalil ahlussunnah yg meyakini bahwa kekhalifahan merupakan hak golongan tertentu, yaitu Suku Quraisy, entah dari Bani Hasyim, Bani Umayyah, Bani Adi, Bani Taimullah, Bani Makhzum, atau dari kabilah-kabilah lainnya; yang penting harus dari Suku Quraisy.

              Akan tetapi Nabi jg mengatakan (dlm Shahih Muslim juga, bab ke delapan):

              ولو استعمل عليكم عبد يقودكم بكتاب الله فاسمعوا له وأطيعوا

              Seandainya ada budak yg diangkat untuk mengatur kalian dengan Kitabullah, maka dengarkan dan taatilah perintahnya.

              Dlm lafazh lain disebutkan: ‘budak habsyi (negro) yang buntung tangan dan kakinya’. Hadits ini diriwayatkan oleh Imran bin Hushain, bahwa beliau mendengar Rasulullah menyampaikan hadits tsb ketika haji wada’ di Mina atau di Arafat. Semuanya ada dlm Shahih Muslim (baca aja kitabul Imarah sampe selesai).

              Dari hadits-hadits tadi, maka para ulama menyimpulkan bahwa yg paling berhak secara syar’i untuk dipilih sebagai khalifah ialah orang Quraisy, tentunya selama syarat-syarat lainnya juga terpenuhi. Jadi umpamanya bila ada dua orang yg memenuhi sembilan syarat pertama, kemudian salah satunya keturunan Quraisy dan yg kedua adalah bukan Quraisy, maka yg harus dipilih secara syar’I adalah yg keturunan Quraisy. Tapi jika suatu ketika ada orang non Quraisy yg memimpin dengan kitabullah, maka kita wajib taat kepadanya demi kemaslahatan bersama

    • Alhamdulillah Benar Sekali

  3. assalamu ‘alaikum,

    saya copyken dari ustad abu hudzaifah, terkait pertanyaan ikhwan para “mujahid”, yaitu sbb:

    1.Mengapa kalian anggap ustadz diluar kalian tidak mengikuti manhaj salaf? Apakah setiap orang dan da’i harus mengklaim bahwa dia dirinya adalah seorang salafy? Sedangkan kalian mengetahui bahwa kewajiban kita adalah mengikuti manhaj salaf bukan menamakan diri dengan istilah ‘salafi’ atau ‘dakwah salafiyah’ ?

    Jawab: Itu anggapan siapa ya? APakah kalau ada satu/dua orang yg ‘dianggep’ salafi/ustadz salafi berkata demikian, lantas berarti salafi punya pemahaman demikian? Apakah ini penilaian yg adil? Itu pendapat pribadi dia, bukan berarti salafiyyin punya pemahaman spti itu… lagian, siapa yg mengangkat ybs sbg jurubicara salafiyyin shg pendapatnya dianggap mewakili para salafiyyin?? Cobalah menilai dgn inshaf… kita bisa saja mengatakan bahwa semua mujahidi itu khawarij, hanya dengan menilai satu atau dua orang yg mengklaim dirinya sbg mujahidin yg mengusung pemahaman khawarij.. tapi itu kan tidak ilmiah dan obyektif.

    2.Mengapa kalian berbecah belah? jika kalian katakan ini bukan perpecahan tapi masalah perbedaan istihadi maka kami katakan: Kalau memang perbedaan itu bukan dalam masalah prinsif kenapa tabdi’, tajrih dan tahdzir harus terjadi? Bukankah dalam masalah ijtihadi tidak boleh saling menghujat dan tidak boleh menancapkan bendera al Wala dan al Baro di atasnya.
    Jawab: Mana yg lebih berat: perpecahan tanpa peperangan/pertumpahan darah, ataukah perpecahan dgn pertumpahan darah? Tentu yg kedua bukan? nah, antum juga tahu semuanya bhw adanya perpecahan/perbedaan pendapat/atau bahkan peperangan tidak selalu menunjukkan bhw pihak2 yg berpecah itu batil semua. Bukankah Sayyidina Ali dan pendukungnya berperang dgn Sayyidina Mu’awiyah dan pendukungnya? Bukankah perselisihan antar madzhab juga pernah dialami oleh kaum muslimin selama beberapa abad, yakni ketika kaum muslimin hidup dalam kejahilan dan fanatisme golongan, bahkan ada di antara mereka yg saling mengkafirkan hanya karena beda madzhab?? In kunta laa tadri fatilka mushiibatun, wa in kunta tadri fal mushiibatu a’dhamu !! Adanya perselisihan internal bukanlah dalil qothi akan batilnya suatu kelompok, karena yg namanya oknum selalu ada dimana-mana, baik dlm tubuh salafi, haroki, sufi, dsb. Kun munshifan ya akhi.

    3.Bagaimana mungkin kalian akan menyatukan umat diatas manhaj salaf? Sedangkan dakwah salafiyah sendiri berpecah belah? Sungguh tidak masuk akal kalau ada kelompok yang berpecah belah akan bisa menyatukan umat.
    Jwb: Lho, siapa yg punya target spt itu? kami hanya mendakwahkan apa yg kami yakini sebagai al haq dengan dalil2nya, setelah itu bukan tanggung jwb kami. Fadzakkir innamaa anta mudzakkir… ma ‘alaika illal balaagh. Innamaa ana nadziir. Apakah ketika ALi dan Mu’awiyah saling berperang (dan ini adalah puncak perpecahan) keduanya harus berhenti mendakwahkan Islam dan apa yg mereka yakini sbg kebenaran?

    4.Mengapa dalam membahas tauhid yang dibahas hanya masalah syirik kubur semata? Apakah kalian tidak mengetahui bahwa ada syirik dustur dan syirik ketaatan yang sedang menimpa negeri ini? Dan bagaimana mungkin kalian menganggap negara ini sebagai negara islam? Sedangkan orang awam dan para pejabatnya tidak mengakui klaim kalian, bahkan mereka menolak jika dikatakan negara indonesia sebagai negara islam?
    Jwb: Nt berapa tahun ngaji di ‘salafi’? Siapa ustadz Nt? Wallaahi tsumma billaahi tsumma tallaahi, kalau nt bener-bener belajar manhaj salaf dari ustadz2 salafi yg kredibel (bukan oknum), nt akan tahu bahwa yg namanya salafi juga bicara ttg syirkut tho’ah. Tapi nt yg jujur dong… berapa banyak orang yg tenggelam dlm syirik kubur dan semisalnya, dan berapa banyak yg tenggelam dlm syirkut tho’ah tsb?
    Adapun masalah indonesia ini negara Islam ataukah bukan, maka antum harus tahu bhw Negara itu ada tiga: Pemerintah, Rakyat, dan Undang-undang. Kalau undang2 maka jelas bukan hukum ALlah, tapi campuran antara kolonial, adat, dan sebagian syari’at. Dan ini baaatil. Tapi kalau rakyat dan pemerintah, maka fiihi tafshiil, ada yg kafir dan ada yg muslim. Ga’ bisa nt gebyah uyah kaya’ gitu. Lagi pula menghukumi beda dengan menyikapi. Tidak semua yg kafir lantas harus diperangi, tapi lihat maslahat dan mafsadatnya dong. Beranikah nt memfatwakan bagi kaum muslimin yg tinggal di negara AS dan Eropa (yg jelas-jelas kafir) untuk mengangkat senjata melawan pemerintah negara2 tsb tanpa melihat kemampuan mereka dan untung ruginya? fatadabbar ya akhi.. baarakallaahu fiik.

    5.Mengapa kalian menolak demokrasi tetapi mengakui dan membela produk demokrasi dan elemen-elemennya dan justru memusuhi mujahidin yang berusaha mengganti demokrasi dengan sistem Islam..? Hal ini sangat aneh kalau ditinjau dari dalil maupun akal.
    jwb: Siapa mujahidin yg antum maksud? Apakah jihad itu harus identik dengan mengangkat senjata, membuat peledakan2 yg (diakui atau tidak) lebih banyak menimbulkan korban di tengah2 kaum muslimin sendiri drpd kuffar? APakah jihad adalah tujuan ataukah wasilah? Apakah jihad tidak pakai aturan main? Apakah semua bentuk peperangan melawan orang kafir berarti jihad… dst.
    Tolong sebutkan, bagaimana para salafi membela produk demokrasi sebagaimana yg antum tuduhkan, beserta dalil2nya !! iyyaakum wadh dhanna, fainnadh dhanna akdzabul hadits.

    6.Apakah dahulu ketika indonesia dipimpin oleh presiden wanita, kalian anggap dia sebagai ulil amri? Kalau iya, mana dalil dari Al Qur’an dan Sunnah yang membolehkan mengangkat wanita sebagai ulil amri? Kalau tidak ada, berarti dia tidak sah menurut Alloh dan Rosulnya, tapi anehnya kalian mendengar dan ta’at pada ulil amri yang tidak sah menurut Al Qur’an dan Sunnah.
    jwb: Apa kalau tidak sah jadi presiden kita harus melengserkannya dengan kekerasan? Pertanyaan ana sama dengan: Apakah minoritas muslim yg tinggal di negara kafir harus melawan pemerintah mereka? Yaa akhi, jihad itu bukan untuk menghilangkan kekafiran, tapi untuk meninggikan kalimatullah dan mempertahankan eksistensi kaum muslimin. Kalau apa yg diklaim sbg jihad justru memporak-porandakan negeri islam, menyebabkan terbunuhnya ratusan ribu atau bahkan jutaan kaum muslimin secara zhalim (spt kaum wanita, anak-anak, dll yg menjadi korban terbesar perang AS-Irak, AS-Afghanistan, dll); maka apa faidah dari jihad ini secara duniawi maupun ukhrawi??? Bukankah Nabi bersabar menghadapi tokoh2 Quraisy ketika di Mekkah? Padahal kekafiran mereka dan permusuhannya thd para ahli tauhid lebih nyata dari matahari di siang bolong… bukankah Musa dan Bani Israil ditindas demikian rupa oleh Fir’aun? Bahkan sampai ke tingkat disembelihnya bayi2 yg tak berdosa hanya karena mereka laki-laki bani Israil? Pun demikian, bagaimana ALlah menyuruh Musa dan Harun (manusia terbaik saat itu) untuk mendakwahi Fir’au yg notabene manusia paling kafir dan bengis di muka bumi kala itu? Mengapa kita tidak bercermin dengan para nabi dlm berdakwah? Mengapa kita lebih suka memvonis pemerintah dengan istilah toghut, padahal mungkin saja mereka belum tahu ttg akidah yg benar, atau terpaksa, atau karena lain hal… wa ‘ala kulli haall, kekejaman mereka tidak seberapa dibanding fir’aun, dan keshalihan kalian yg menamakan diri sbg mujahidin juga tidak ada apa2nya dibanding Nabiyyullah Musa wa Haarun ‘alaihimas sholaatu wassalaam. Fatadabbar ya akhi.. baarakallaahu fiik.

    7.Mengapa kalian lebih percaya dengan Amerika dan antek-anteknya beserta dengan segala propagandanya dari pada kepada mujahidin? Ini sesuatu yang aneh. Kalian juga tidak pernah curiga dengan keterlibatan intel-intel ‘negara muslim’ (tentu intel tersebut dikomando pimpinan) dengan aktifitas intelijen negara kafir, tetapi sangat curiga dengan mujahidin, lalu sebenarnya siapa wali atau kawan kalian?
    Jwb: Bagaimana bentuk kepercayaan kami thd AS dan antek2nya? dan bgmn kecurigaan kami thd ‘mujahidin’ tsb? Yg tahu manhaj salaf dengan baik dan benar, tentu bisa membedakan mana salafi sejati dan mana yg oknum salafi. Dan bisa membedakan mana yg menjadi kesepakatan salafiyyin (shg sah untuk dinyatakan sbg manhaj mereka), dengan mana yg berupa pendapat tokoh-tokoh pribadi, yg bisa salah dan bisa benar, dan tidak mewakili pendapat salafiyyin.

    8.Jika dakwah kalian yang paling benar dan paling berbahaya bagi orang kafir, mengapa kekuatan kaum kafir tidak diarahkan kepada kalian dan justru amerika dan sekutunya dengan segala sumber daya dan senjata di kerahkan ke Afghanistan? Apa kalian juga percaya akan ‘kebaikan’ dan ‘kearifan’ Amerika dan sekutunya untuk menyelematkan dunia dari teror dan slogan itu bukan kedok semata? Apakah orang-orang kafir itu bodoh dan tidak tahu musuh yang paling berbahaya bagi mereka?
    Jwb: Siapa yg menjadikan permusuhan orang kafir thd suatu kelompok sebagai tolok ukur kebenaran? Mana dalilnya? Lagi pula, antum hanya menilai permusuhan dari sisi yg sempit, yaitu peperangan. Menurut ana, Afghanistan dibombardir oleh koalisi kafir gara-gara Usamah bin Ladin dan Al Qaedahnya yg tidak bertanggungjawab itu… plus karena Taliban tidak mau menyerahkan satu orang (bin Laden) untuk menghindari perang tsb. Padahal kalau dilihat scr syar’i, darah bin laden tidak lebih mahal dari darah antum, ana, maupun orang afghan manapun. Lantas apa yg menghalangi Taliban untuk menyerahkan Bin Laden ke AS, dan apa yg menghalangi Bin Laden untuk ihtisab dan menyerahkan dirinya demi menghindari perang yg tak sebanding dan jatuhnya korban demikian besar dari rakyat Afghan yg tak berdosa itu? Mengapa dia justru ngumpet terus slama 10 tahun? Apa keuntungan dari ini semua bagi kaum muslimin?? NOTHING !! Bayangkan: Dua Menara kembar ditebus dengan dua negara yg hancur total (IRAK & Afghanistan), lalu 3000 orang kafir sipil ditebus dengan… hanya Allah yg tahu. Wallaahi, lau kuntum ta’qiluunal haqiiqah, maa qultum haadzal kalaama abadan. Fatadabbar yaa akhii.. baarakallaahu fiikum.

    Ini dulu tanggapan ana… ana sisakan dua pertanyaan terakhir dari antum yg sengaja belum ana jawab agar antum renungi dulu komentar ana (yg ana sarikan dari banyak nara sumber setelah bertahun-tahun ana ngaji dan mengenal harokah. Ana lahir dan besar di solo, dan kenal baik dgn sejumlah ikhwah yg ba’dhuhum sdh gugur terbunuh oleh Densus 88, Allaahu yarhamuhum wayaghfir lahum zallaatihim. Dan ba’dhuhum sudah berubah dari pemikiran mereka, dan ba’dhuhum masih spt itu. Ana juga sdh membandingkan antara dakwah ikhwan, tabligh, salafi, dan haroki (yg mungkin antum namakan sbg mujahidin tsb). Antum perlu tahu bhw banyak dari tokoh2 pemikiran jama’ah jihad yg sudah ruju’, spt Syaikh Abdul Aziz bin Abdul Qadir, Syaikh ‘Ashim bin Abdul Majid, mantan rais Jama’ah Islamiyyah Mesir. beliau juga menulis buku sangat indah dgn judul: Nasihah waajibah liqaadatil qaa’idah, adapun Syaikh Abdul Aziz menulis sejumlah bantahan thd Al Qaedah, spt Watsiqah Tarsyidul Jihad, Mudzakkiratut Ta’riyah likitaabit Tabri’ah, dll. Coba antum cari di google dan baca buku itu (bhs arab). Ana harap antum bisa berbahasa Arab agar bisa langsung ana tunjuki maraji’ asli salafi yg menjadi pijakan dakwah salafiyyin…) Gitu dulu akhi… mohon komentar ini ditampilkan. Kalau antum tidak bisa menjawab pertanyaan ana juga tidak apa-apa, yg penting antum tinjau ulang dan tanyakan ke masyayikh antum…
    Wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh…

    • ustad salafy perlu ketahui….!
      fir’aun juga selaaaaalu punya dalih untuk melegalkan pndptnya…
      lihat tuh komen-nya mufakir islamy dibawah..
      nyadar euy…!

  4. 1.Mengapa kalian anggap ustadz diluar kalian tidak mengikuti manhaj salaf? Apakah setiap orang dan da’i harus mengklaim bahwa dia dirinya adalah seorang salafy? Sedangkan kalian mengetahui bahwa kewajiban kita adalah mengikuti manhaj salaf bukan menamakan diri dengan istilah ‘salafi’ atau ‘dakwah salafiyah’ ?

    Jawab: Itu anggapan siapa ya? APakah kalau ada satu/dua orang yg ‘dianggep’ salafi/ustadz salafi berkata demikian, lantas berarti salafi punya pemahaman demikian? Apakah ini penilaian yg adil? Itu pendapat pribadi dia, bukan berarti salafiyyin punya pemahaman spti itu… lagian, siapa yg mengangkat ybs sbg jurubicara salafiyyin shg pendapatnya dianggap mewakili para salafiyyin?? Cobalah menilai dgn inshaf… kita bisa saja mengatakan bahwa semua mujahidi itu khawarij, hanya dengan menilai satu atau dua orang yg mengklaim dirinya sbg mujahidin yg mengusung pemahaman khawarij.. tapi itu kan tidak ilmiah dan obyektif.
    jawab..ya ana s7,dgn anda.
    2.Mengapa kalian berbecah belah? jika kalian katakan ini bukan perpecahan tapi masalah perbedaan istihadi maka kami katakan: Kalau memang perbedaan itu bukan dalam masalah prinsif kenapa tabdi’, tajrih dan tahdzir harus terjadi? Bukankah dalam masalah ijtihadi tidak boleh saling menghujat dan tidak boleh menancapkan bendera al Wala dan al Baro di atasnya.
    Jawab: Mana yg lebih berat: perpecahan tanpa peperangan/pertumpahan darah, ataukah perpecahan dgn pertumpahan darah? Tentu yg kedua bukan? nah, antum juga tahu semuanya bhw adanya perpecahan/perbedaan pendapat/atau bahkan peperangan tidak selalu menunjukkan bhw pihak2 yg berpecah itu batil semua. Bukankah Sayyidina Ali dan pendukungnya berperang dgn Sayyidina Mu’awiyah dan pendukungnya? Bukankah perselisihan antar madzhab juga pernah dialami oleh kaum muslimin selama beberapa abad, yakni ketika kaum muslimin hidup dalam kejahilan dan fanatisme golongan, bahkan ada di antara mereka yg saling mengkafirkan hanya karena beda madzhab?? In kunta laa tadri fatilka mushiibatun, wa in kunta tadri fal mushiibatu a’dhamu !! Adanya perselisihan internal bukanlah dalil qothi akan batilnya suatu kelompok, karena yg namanya oknum selalu ada dimana-mana, baik dlm tubuh salafi, haroki, sufi, dsb. Kun munshifan ya akhi.
    jawab..ya sy s7 dgn anda.
    3.Bagaimana mungkin kalian akan menyatukan umat diatas manhaj salaf? Sedangkan dakwah salafiyah sendiri berpecah belah? Sungguh tidak masuk akal kalau ada kelompok yang berpecah belah akan bisa menyatukan umat.
    Jwb: Lho, siapa yg punya target spt itu? kami hanya mendakwahkan apa yg kami yakini sebagai al haq dengan dalil2nya, setelah itu bukan tanggung jwb kami. Fadzakkir innamaa anta mudzakkir… ma ‘alaika illal balaagh. Innamaa ana nadziir. Apakah ketika ALi dan Mu’awiyah saling berperang (dan ini adalah puncak perpecahan) keduanya harus berhenti mendakwahkan Islam dan apa yg mereka yakini sbg kebenaran?
    jawab..ya ana s7 dgn antum
    4.Mengapa dalam membahas tauhid yang dibahas hanya masalah syirik kubur semata? Apakah kalian tidak mengetahui bahwa ada syirik dustur dan syirik ketaatan yang sedang menimpa negeri ini? Dan bagaimana mungkin kalian menganggap negara ini sebagai negara islam? Sedangkan orang awam dan para pejabatnya tidak mengakui klaim kalian, bahkan mereka menolak jika dikatakan negara indonesia sebagai negara islam?
    Jwb: Nt berapa tahun ngaji di ‘salafi’? Siapa ustadz Nt? Wallaahi tsumma billaahi tsumma tallaahi, kalau nt bener-bener belajar manhaj salaf dari ustadz2 salafi yg kredibel (bukan oknum), nt akan tahu bahwa yg namanya salafi juga bicara ttg syirkut tho’ah. Tapi nt yg jujur dong… berapa banyak orang yg tenggelam dlm syirik kubur dan semisalnya, dan berapa banyak yg tenggelam dlm syirkut tho’ah tsb?
    jawab..cukuplah mmbodohi diri antum,lht realita..knp syirk kubur dll mrajalela..ya krn terlbh dahulu terjadi syirk dlm hukum,yg mmbolehkan perbuatan maksiat,maupun syirik& kkafiran,bagaimn anda mau mnghancurkan syirik kubur maupun sarananya,sdgkan dlm hukum sekuler itu dbolehkan..bs2 anda justru d penjara,krn mlanggar pasal kbebasan( kbablasan) beragama.
    Adapun masalah indonesia ini negara Islam ataukah bukan, maka antum harus tahu bhw Negara itu ada tiga: Pemerintah, Rakyat, dan Undang-undang. Kalau undang2 maka jelas bukan hukum ALlah, tapi campuran antara kolonial, adat, dan sebagian syari’at. Dan ini baaatil. Tapi kalau rakyat dan pemerintah, maka fiihi tafshiil, ada yg kafir dan ada yg muslim…
    jawab..apkah anda gak tau syarat seseorang dsebut mukmin? yaitu beriman kpd ALLAH&kafir thd thagut…lalu apakh pmrintah “ulil amri anda”tlah kafir thd UU thagutnya?dalil hrs sesuai dgn fakta&realita,kalo gak,anda persis kaum khawarij yg dungu,,
    Ga’ bisa nt gebyah uyah kaya’ gitu. Lagi pula menghukumi beda dengan menyikapi. Tidak semua yg kafir lantas harus diperangi, tapi lihat maslahat dan mafsadatnya dong. Beranikah nt memfatwakan bagi kaum muslimin yg tinggal di negara AS dan Eropa (yg jelas-jelas kafir) untuk mengangkat senjata melawan pemerintah negara2 tsb tanpa melihat kemampuan mereka dan untung ruginya? fatadabbar ya akhi.. baarakallaahu fiik.
    jawab..inilah nampak kbodohan anda,bgaimn mungkin anda samakan,kaum muslimin d negeri islam,yg dperintah Thagut murtad,dgn kaum muslimin yg tgl d negeri kafir asli( kbanyakan mrk pencari suaka/bkerja/mnuntut ilmu),dlm bersikap thd pnguasanya

    5.Mengapa kalian menolak demokrasi tetapi mengakui dan membela produk demokrasi dan elemen-elemennya dan justru memusuhi mujahidin yang berusaha mengganti demokrasi dengan sistem Islam..? Hal ini sangat aneh kalau ditinjau dari dalil maupun akal.
    jwb: Siapa mujahidin yg antum maksud? Apakah jihad itu harus identik dengan mengangkat senjata, membuat peledakan2 yg (diakui atau tidak) lebih banyak menimbulkan korban di tengah2 kaum muslimin sendiri drpd kuffar? APakah jihad adalah tujuan ataukah wasilah? Apakah jihad tidak pakai aturan main? Apakah semua bentuk peperangan melawan orang kafir berarti jihad… dst.
    jawab..ya kami s7 dgn anda..
    Tolong sebutkan, bagaimana para salafi membela produk demokrasi sebagaimana yg antum tuduhkan, beserta dalil2nya !! iyyaakum wadh dhanna, fainnadh dhanna akdzabul hadits.

    6.Apakah dahulu ketika indonesia dipimpin oleh presiden wanita, kalian anggap dia sebagai ulil amri? Kalau iya, mana dalil dari Al Qur’an dan Sunnah yang membolehkan mengangkat wanita sebagai ulil amri? Kalau tidak ada, berarti dia tidak sah menurut Alloh dan Rosulnya, tapi anehnya kalian mendengar dan ta’at pada ulil amri yang tidak sah menurut Al Qur’an dan Sunnah.
    jwb: Apa kalau tidak sah jadi presiden kita harus melengserkannya dengan kekerasan?
    jawab:..apakah kalo tdk mampu mnjatuhkannya,brrti status pnguasa Thagut brubah mjd pnguasa muslim,yg anda& gol anda sebut”ulil amri”..kalo anda mrs tdk sanggup mnjatuhkannya,lalu ada sgolongan kaum muslimin yg mrs sanggup( meskipun gagal),apkh mrk pantas anda cela sbg ,khawarij/mujahid karbitan…mnyedihkan anda ini…cukuplah cealan hilang dr diri anda,ktika senang ada saudaranya yg tlah mlaksanakn slh satu kwajiban dlm islam,mskipun akhirnya gagal dlm tujuannya.
    Pertanyaan ana sama dengan: Apakah minoritas muslim yg tinggal di negara kafir harus melawan pemerintah mereka? Yaa akhi, jihad itu bukan untuk menghilangkan kekafiran, tapi untuk meninggikan kalimatullah dan mempertahankan eksistensi kaum muslimin. Kalau apa yg diklaim sbg jihad justru memporak-porandakan negeri islam, menyebabkan terbunuhnya ratusan ribu atau bahkan jutaan kaum muslimin secara zhalim (spt kaum wanita, anak-anak, dll yg menjadi korban terbesar perang AS-Irak, AS-Afghanistan, dll); maka apa faidah dari jihad ini secara duniawi maupun ukhrawi??? Bukankah Nabi bersabar menghadapi tokoh2 Quraisy ketika di Mekkah? Padahal kekafiran mereka dan permusuhannya thd para ahli tauhid lebih nyata dari matahari di siang bolong…
    jawab..nah itulah jalan Nabi,apkh krn blm ada kmampuan tuk mngalahkan pasukan kafir ,bliau malh mngakui para musyrik quraish sbg org yg mesti ditaati?,spt anda &golongan mu yg mngatakan pnguasa Thagut skrg sbg”ulil amri”..laa haula wala quwwata illa billah.
    bukankah Musa dan Bani Israil ditindas demikian rupa oleh Fir’aun? Bahkan sampai ke tingkat disembelihnya bayi2 yg tak berdosa hanya karena mereka laki-laki bani Israil? Pun demikian, bagaimana ALlah menyuruh Musa dan Harun (manusia terbaik saat itu) untuk mendakwahi Fir’au yg notabene manusia paling kafir dan bengis di muka bumi kala itu?
    jawab..inilah satu lg kbodohan anda..ya krn pd masa Nabi MUSA AS,blm ada syariat perang/jihad mlwn pnguasa murtad/kafir,yg ada hanya syariat sabar&hijrah& inilah yg dlakukan bliau ..sdgkan syariat terakhir yg dbawa Nabi MUHAMMAD,justru mngaskan itu,ttg kluarnya ktaatan thd pnguasa yg tlah mlakukan kkufuran dg dalil yg nyata..
    Mengapa kita tidak bercermin dengan para nabi dlm berdakwah?
    jawab..bukankah justru anda& gol anda yg justru mnyelisihi Syarit yg dbawa Nabi Muhammad?
    Mengapa kita lebih suka memvonis pemerintah dengan istilah toghut, padahal mungkin saja mereka belum tahu ttg akidah yg benar, atau terpaksa, atau karena lain hal…
    jawab..inilah sdh nampak kecondongan kalian thd pnguasa Thagut ini,dgn mlakukan pmbelaan mmbabi buta,yg justru tdk pernah dlakukan pr salaful ummah,& nampak anda bodoh/lbh tepat mmbodohi diri sendiri ttg realita pmrintah skarang..
    wa ‘ala kulli haall, kekejaman mereka tidak seberapa dibanding fir’aun, dan keshalihan kalian yg menamakan diri sbg mujahidin juga tidak ada apa2nya dibanding Nabiyyullah Musa wa Haarun ‘alaihimas sholaatu wassalaam. Fatadabbar ya akhi.. baarakallaahu fiik.
    jawab:..ya kzaliman mrk tdk sbanding dgn fir’aun( mskipun d brp negara justru kzaliman mrk mlebihi fir’aun)..krn kita sdg tidak berbicara ttg kzaliman,ttpi ttg kkafiran,,krn kezaliman pnguasa bkn brrti mrk kafir,slama mrk msh mnjalankan syariat islam,sbg pngatur negaranya…ya kami tdk sesalih nabi HARUN..itulah klancangan&kbodohan anda..bagaimn mungkin anda mnyamakan kami,dgn pr nabi yg ma’shum..bs sy katakan anda org jahil,kalo bkn anda brarti tlh bermain2 dgn kmuliaan pr NABI..

    7.Mengapa kalian lebih percaya dengan Amerika dan antek-anteknya beserta dengan segala propagandanya dari pada kepada mujahidin? Ini sesuatu yang aneh. Kalian juga tidak pernah curiga dengan keterlibatan intel-intel ‘negara muslim’ (tentu intel tersebut dikomando pimpinan) dengan aktifitas intelijen negara kafir, tetapi sangat curiga dengan mujahidin, lalu sebenarnya siapa wali atau kawan kalian?
    Jwb: Bagaimana bentuk kepercayaan kami thd AS dan antek2nya? dan bgmn kecurigaan kami thd ‘mujahidin’ tsb? Yg tahu manhaj salaf dengan baik dan benar, tentu bisa membedakan mana salafi sejati dan mana yg oknum salafi. Dan bisa membedakan mana yg menjadi kesepakatan salafiyyin (shg sah untuk dinyatakan sbg manhaj mereka), dengan mana yg berupa pendapat tokoh-tokoh pribadi, yg bisa salah dan bisa benar, dan tidak mewakili pendapat salafiyyin.

    8.Jika dakwah kalian yang paling benar dan paling berbahaya bagi orang kafir, mengapa kekuatan kaum kafir tidak diarahkan kepada kalian dan justru amerika dan sekutunya dengan segala sumber daya dan senjata di kerahkan ke Afghanistan? Apa kalian juga percaya akan ‘kebaikan’ dan ‘kearifan’ Amerika dan sekutunya untuk menyelematkan dunia dari teror dan slogan itu bukan kedok semata? Apakah orang-orang kafir itu bodoh dan tidak tahu musuh yang paling berbahaya bagi mereka?
    Jwb: Siapa yg menjadikan permusuhan orang kafir thd suatu kelompok sebagai tolok ukur kebenaran? Mana dalilnya? Lagi pula, antum hanya menilai permusuhan dari sisi yg sempit, yaitu peperangan. Menurut ana, Afghanistan dibombardir oleh koalisi kafir gara-gara Usamah bin Ladin dan Al Qaedahnya yg tidak bertanggungjawab itu
    jawab..smg Alloh mngampuni syaikh Usamah& mmuliakan beliau,terlepas dr bnr/slhnya ijtihad bliau mnyerang WTC..itulah bodohnya anda,brrti anda tdk pernah mngikuti berita ttg afghanistan,tp bkn main omongannya..apkah anda tahu ttg prgerakan/pmberontakan aliansi utara(didanai amerika),thd pmrintahan Taliban sblum trjadi tragedi WTC.,& apkh anda tau strategi perang yg namanya pre emptive strike,,kalo gak byk2 baca.… plus karena Taliban tidak mau menyerahkan satu orang (bin Laden) untuk menghindari perang tsb. Padahal kalau dilihat scr syar’i, darah bin laden tidak lebih mahal dari darah antum, ana, maupun orang afghan manapun.
    Lantas apa yg menghalangi Taliban untuk menyerahkan Bin Laden ke AS, dan apa yg menghalangi Bin Laden untuk ihtisab dan menyerahkan dirinya demi menghindari perang yg tak sebanding dan jatuhnya korban demikian besar dari rakyat Afghan yg tak berdosa itu?
    jawab..krn pmrintahan Taliban,mgerti arti kmulian dlm Islam,tdk akan mnyerahkan sdr s islamnya.& sikap Taliban akan dkenang dlm tinta emas Islam ,mskipun mrk hrs jatuh dr kkuasaannya(smg ALLOH mngembalikan kpd mrk).
    Mengapa dia justru ngumpet terus slama 10 tahun? Apa keuntungan dari ini semua bagi kaum muslimin?? NOTHING !!
    jawab..keuntungannya yaitu,smakin terbukalah kedok org2 muanfik,yg antek barat,maupun pr “mantan mujahid”spt nasir abbas(guru anda mungkin.?)
    Bayangkan: Dua Menara kembar ditebus dengan dua negara yg hancur total (IRAK & Afghanistan), lalu 3000 orang kafir sipil ditebus dengan… hanya Allah yg tahu. Wallaahi, lau kuntum ta’qiluunal haqiiqah, maa qultum haadzal kalaama abadan. Fatadabbar yaa akhii.. baarakallaahu fiikum.

    Ini dulu tanggapan ana… ana sisakan dua pertanyaan terakhir dari antum yg sengaja belum ana jawab agar antum renungi dulu komentar ana (yg ana sarikan dari banyak nara sumber setelah bertahun-tahun ana ngaji dan mengenal harokah. Ana lahir dan besar di solo, dan kenal baik dgn sejumlah ikhwah yg ba’dhuhum sdh gugur terbunuh oleh Densus 88, Allaahu yarhamuhum wayaghfir lahum zallaatihim. Dan ba’dhuhum sudah berubah dari pemikiran mereka, dan ba’dhuhum masih spt itu. Ana juga sdh membandingkan antara dakwah ikhwan, tabligh, salafi, dan haroki (yg mungkin antum namakan sbg mujahidin tsb). Antum perlu tahu bhw banyak dari tokoh2 pemikiran jama’ah jihad yg sudah ruju’, spt Syaikh Abdul Aziz bin Abdul Qadir, Syaikh ‘Ashim bin Abdul Majid, mantan rais Jama’ah Islamiyyah Mesir. beliau juga menulis buku sangat indah dgn judul: Nasihah waajibah liqaadatil qaa’idah, adapun Syaikh Abdul Aziz menulis sejumlah bantahan thd Al Qaedah, spt Watsiqah Tarsyidul Jihad, Mudzakkiratut Ta’riyah likitaabit Tabri’ah, dll.
    jawab: anda baca cuma sepihak,pdhl Syaikh ayman azzawahiri jg mnulis risalah koreksi thd tulisan syaikh sayyid iman(smg anda jg mmbacanya,sbg bahan perbandingan)..& syaikh sayyid iman jg tdk mngoreksi pdpt bliau ttg kkafiran pmrintah pnerap UU buatan,yg bliau koreksi cm Jihad global Alqaeda..sikap seorang syaikh yg brubah bkn brrti yg lain salah,krn brp orng syaikh yg senior spt Syaikh mujahid Umar abdurrahman,ttp pd pendiriannya.
    Coba antum cari di google dan baca buku itu (bhs arab). Ana harap antum bisa berbahasa Arab agar bisa langsung ana tunjuki maraji’ asli salafi yg menjadi pijakan dakwah salafiyyin…) Gitu dulu akhi… mohon komentar ini ditampilkan. Kalau antum tidak bisa menjawab pertanyaan ana juga tidak apa-apa, yg penting antum tinjau ulang dan tanyakan ke masyayikh antum…
    Wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh…

    • Ana cukup menyimak saja, semoga Allah semakin menunjukan jalan kebenara_Nya…

      • kok ga ada ya coment lagi ya…??? ana ingin belajar sama ustadz abu azzam tentang menanggapi pernyataan2 ikhwan2 salafiyin..

  5. Assalamu’alaykum ..
    .
    maw nanya ustadz,
    kalok gitu, berarti pemerintah ini kan thaghut ya ?
    .
    tapi ..
    apakah berarti kita harus menolak semua aturan mereka yang bermanfaat bagi kaum muslimin ?
    apakah berarti kita wajib mengingkari aturan-aturan mereka, walopun ada yang membawa kebaikan, keamanan, dan maslahat lain bagi kaum muslimin ?
    .
    Syukron wa barakallahu

  6. selama ada perbedaan prinsip, kepentingan dan kayakinan (terutama dlm hal manhaj) .maka konflik (dr ucapan, tulisan hingga fisik) adalah keniscayaan…lalu kami jd ingat dua kalimat 1) bahwa kita dituntut meninggalkan kemaksiatan secara mutlak dan melakukan ketaatan sesuai kemampuan..2) bahwa meninggalkan mudharat didahulukan dr pd mengambil manfaat…

  7. NEgara masih dpegang sekuler tapi jumlah tentara tidak sebanding dengan jumlah mujahidin… untuk apa melawan… mereka masih awam . Negara dalam keadaan aman cukuplah dengan berdakwah dengan sabar … dan perbanyak silaturahmi secara langsung tidak harus sendiri tp berjamaah… nabi muhammad dan para sahabat tidak pernah dakwah kirim brosur, buku2….. itu hanya gampang mengelola apalgi mengelola perasaan berdakwah lgsg…. AYO BERDAKWAH BRSAMA… SEBELUM MEREKA MENYERANG KITA…
    - Hai Salafi perbaikilah dakwah ikhlas salafi yg sebenarnya .. jgn biarkan org awam dan jgn diam. Nabi Muhammad gak pernah mengajarkan diam…
    - Hai Mujahidin jgn menyalahkan pemimpin yang engkau anggap kafir…ayo berdakwah dengan sabar dan ikhlas masih banyak mereka yang awam… Nabi Muhammad selalu mendakwahkan pemimpin dengan sabar … sebelum mereka menyerang…
    -Hai Jamaah Tabliq jangan asal dakwah sembarangan… pahamilah keaadaan perang jihad, ilmu yang lurus…dakwahkan mereka yang awam dengan benar … tdak harus 6 sifat saja… karena Nabi Muhammad berdakwah dengan ilmu tauhid….

  8. Beberapa kali saya mendengarkan siaran radio salafi, Hampir setiap isi ceramah2 yang disampaikan tidak sepi dari penistaan terhadap para pejuang islam atau mujahidin di tanah penjajahan.
    saya mengajak “orang-orang alim” dari kalangan salafi/salafy serta kaum muslimin pada umumnya, untuk berpikir dan menelaah dengan nalar sederhana.
    Bukankah negeri kita Indonesia dulu dijajah oleh belanda ? slogan apakah yang diteriakkan oleh belanda ketika ada dari anak bangsa yang bangkit untuk melawan untuk membebaskan negerinya dari kedzaliman penjajah belanda… ?
    Mereka memberi label negative kepada para pejuang dengan sebutan ekstrimis atau pemberontak. Lalu Belanda berusaha dengan berbagai cara memprovokasi rakyat dengan sebutan tersebut terhadap para pejuang kemerdekaan.. maka orang-orang yang bisa mendapatkan makan terlebih lagi mendapatkan jabatan membantu meneriakkan slogan atau tuduhan tersebut.
    Tujuan penjajah tidak lain agar cengkeraman kekuasaan dan kelanggengan jajahannya bertahan dan tetap terpelihara.
    Demikian pula halnya yang terjadi saat ini…!
    Dimana Negara adikuasa Amerika bersama sekutunya Negara-negara kafir lainnya memimpin penjajahan terhadap negeri-negeri muslim.
    Kebencian negeri-negeri kafir yang dikomandani oleh Amerika terhadap sejarah gemilang kejayaan Islam di Irak membuat mereka menjajah dan menghancurkan negeri tersebut, membantai menodai kehormatan serta kedaulatan kaum muslimin, menghilangkan simbol2 peninggalan kejayaan islam termasuk mesjid dan menara-menaranya yang tinggi serta madrasah,perpustakaan-perpustakaan yang memelihara khasanah ilmu islam, Sehingga seorang wartawan independen berkebangsaan inggris Heran dan bertanya-tanya siapa yang bertanggung jawab terhadap hampir 1 juta nyawa penduduk irak yang melayang terbantai sejak invasi amerika dan sekutunya..?
    Nah, Untuk mempertahankan hegemoni penjajahan mereka serta kelangsungan misi penyebaran salib, mereka melakukan segala cara, termasuk stigma negative dengan label teroris terhadap orang-orang atau kelompok gerakan yang menghalangi.
    Ternyata hari ini orang-orang salafi dalam hal ini juga menyerukan hal yang sama: mereka teroris bukan pejuang apalagi mujahid bahkan lebih buruk lagi dengan sebutan khawarij. Walau terkadang dengan bahasa yang cukup “santun”, untuk menipu umat, mereka adalah orang-orang yang akidahnya tidak benar, tidak lurus, tidak sunnah dlsb.
    Demikianlah pengulangan sejarah terjadi sepanjang pertarungan ideology dan peradaban manusia berlangsung.
    Saudara-saudaraku kaum muslimin yang bersayahadat bersaksi bersumpah asyahadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadua anna muhammadurrasulullah.
    Lupakah kita dengan sejarah nabi kita ?
    Bukankah orang-orang kafir menjuluki beliau dengan nama-nama yang buruk dan menakutkan? Memutar balik fakta dan penipuan serta pembodohan terhadap umat manusia di kala itu lewat propaganda-propaganda mereka?
    Orang gila Tukang sihir, tukang syair, pendusta, itulah gelar-gelar atau stigma negative yang disematkan kepada beliau salallahu ‘alaihi wa sallam sehingga orang-orang menjadi takut dan menjauh dari beliau bahkan menghujat beliau.
    Propaganda kafir quraisy dan musyrikin arab ini kemudian dibenarkan oleh orang-orang MUNAFIQ.
    Hari ini Lebih nista lagi orang-orang salafi mengatakan bahwa yang terjadi di palestina bukan jihad, tapi adalah perlawanan berdasarkan nafsu, bersifat wilayah atau kenegaraan saja. Bukan jihad..! (radio salafi tgl 30 november 2010 jam 06.14)
    Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.
    Aqidah macam apakah itu?
    Dari mana guru-guru mereka ? barangkali ini jawabnya juga dengan nalar sederhana,
    Ada Apa sebenarnya di universitas islam di timur tengah dan Negara-negara mayoritas muslim lainnya?
    Saudaraku seiman, seislam, setanah air,
    Bukankah hari ini yahudi dan sekutu-sekutunya menguasai peradaban dunia? Jawabnya sudah pasti ia.
    Pertanyaan berikutnya : mungkinkah Negara-negara muslim dengan lembaga2 pendidikan islam termasuk universitasnya bisa mengajarkan mengamalkan dan menerapkan islam dengan kaafah ditengah cengekraman yahudi dan sekutunya? (orang awampun bisa jawab dengan nalar yg sederhana.
    Terlebih lagi lembaga-2 tersebut memberikan bea siswa penuh…? Jangan salahkan pepatah berkata anjing tidak akan menggigit tuannya.
    SAUDARA-SAUDARAKU kaum muslimin.. marilah kita jujur terhadap diri kita, terhadap agama Allah bahkan jujur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukankah Allah Ta’ala sudah menegaskan.. Wala tamutunna illa wa antum muslimun. Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. muslim sejak lahir sampai mati, bukan salafi ataupun yang lainnya.
    1. Aqidah salaf memang jadi panutan tapi penamaan salafi bukan qudwah hasanah.
    2. Aqidah salafi dengan dakwahnya sering dengan halus membela amerika, jika suatu saat amerika menurunkan pasukan untuk menjajah muslim Indonesia (mayoritas), maka orang-orang salafi berdiri di pihak mana?
    3. Kalau beberapa kelompok orang-orang muslim tampil maju, mereka menembus batas wilayah bahkan menyeberangi benua untuk membela saudara muslim yang tertindas dijajah dibantai dan drampas harta dan kehormatan serta kedaulatan mereka (afganistan irak suriah) dijajah oleh orang kafir disebut teroris bahkan khawarij lalu orang-orang salafi sendiri disebut apa?

    jika kurang puas…? tanya sama kafirin. hei fir kafir ..? siapakah sebenarnya musim sejati? ustadz sejati?
    siapakah TAIKmu yang ada di indonesia?
    (singkatannya : Trusted American Intelektual Klan)
    kalo jujur mereka merka akan jawab sebagai mana jujurnya hati kita tentang kebenaran..
    bahwa kebenaran semakin kelihatan nyata dari hari ke hari..
    yang dimusuhi oleh kafir itulah muslim sejati..
    masih belum yakin? temui saja si kafir sana.. mereka akan menjawab dengan menyeringai “kalian semua bodoh…. hahahaha…..”
    gak lihat tuh siapa yang kami buru siang malam?
    kalian muslim gak tau siapa yang diburu dikejar abu jahal siang malam?
    hahahha… jawab si kafir

  9. jika masih kurang puas…? tanya sama kafirin. hei fir kafir ..? siapakah sebenarnya muslim sejati? ustadz sejati?
    lalu siapakah TAIKmu yang ada di indonesia?
    (singkatannya : Trusted American Intelektual Klan)
    (klan = teman setia, group, kelompok)

    kalo jujur mereka mereka akan jawab sebagai mana jujurnya hati kita tentang kebenaran..
    bahwa sebenarnya kebenaran semakin kelihatan nyata dari hari ke hari..
    yang dimusuhi oleh kafir itulah muslim sejati..
    masih belum yakin? temui saja si kafir sana.. mereka akan menjawab dengan menyeringai “kalian semua bodoh…. hahahaha…..”
    gak lihat tuh siapa yang kami buru siang malam?
    kalian muslim gak tau siapa yang diburu dikejar abu jahal siang malam? sampai bersembunyi di goa? nah teroris itulah yang kami buru,, yang mana mereka bersembunyi di perbukitan goa-goa dan hutan2, walau mereka lari ke dalam kota solo sekalipun anak buah kami siap menerkam mereka… karena kami sudah mengucurkan dolar buat cecunguk tersebut yang begitu patuh dan setia sampai2 mereka menjulurkan lidah mengemis minta tambah lagi dolarnya..
    hahahha… jawab si kafir
    cecunguk-cecunguk kami sangat banyak berkleliaran diantara kalian..
    dari yang berdasi sampai berbaju koko berjenggot….

    kembali si kafir tertawa terbahak bahak penuh kemenangan… huahaha..

    • muantab gaannn…
      salafi munafiqin jaman sekarang….
      kaciaaaannnn….!

      • assalamu ‘alaikum, seorang salafy berkata “khowarij termasuk ahlu bid’ah……! (dari keyakinan salaf ahlu bid’ah masih seorang muslim), seorang khowarij berkata kepada yang berseberangan dengan dia ” kafir !!! munafiq !!! …… saya katakan ” siapa yang mirip dengan gonggongan anjing ?

        • Kalau yang berhubungan dengan anjing ya tuduhan Khowarij akhi.
          Jadi yang mengatakan bahwa fulan adalah Khowarij maka secara tdk langsung mereka mengatakan bahwa fulan adalah anjing2 neraka.
          Tapi kalau yang mirip dg gonggongan anjing ya ngga ada. Karena yang berkomentar semuanya manusia.Atau jangan2 ada anjing yang ikutan komentar ?

          seorang salafy berkata “khowarij termasuk ahlu bid’ah……! (dari keyakinan salaf ahlu bid’ah masih seorang muslim), seorang khowarij berkata kepada yang berseberangan dengan dia ” kafir !!! munafiq !!! …… saya katakan ” siapa yang mirip dengan gonggongan anjing ?

          Dilihat dari kalimat saja antum sudah bertindak tidak adil akhi.

          Seorang Salafy berkata Khowarij termasuk ahlu bid’ah
          Seorang Khowarij berkata kepada yang bersebrangan dengan dia “kafir !!! Munafiq !!!

          Yang satu hanya dengan kalimat Salafy berkata, sedang yang Khowarij ada sedikit tambahan yaitu kalimat kepada yang bersebrangan dengan dia.

          Hal ini menunjukkan bahwa antum tidak berlaku adil didalam mensikapi sebuah permasalahan.

          sama persis dengan yang ini

          Dalam kaidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah disebutkan

          Bahwa mereka tidak mengkafirkan seorang pun dari kaum muslimin apabila berbuat dosa yang dapat menjadikan kafir kecuali setelah iqamatul hujjah (menegakkan hujjah atau argumentasi) terhadapnya, sehingga orang itu menjadi kafir apabila mengabaikannya, dengan memenuhi berbagai persyaratan, dan tidak ada halangan dan hilangnya syubhat (keraguan) dari orang yang jahil maupun orang yang menakwilkannya.

          Ini tidaklah salah karena ini merupakan prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah.Tetapi dalam masalah Khowarij kaidah2 ini (Afwan) kurang begitu dihiraukan.Padahal kita sama2 tahu

          Ahlus Sunnah wal Jama’ah membedakan antara hukum secara mutlak terhadap ahli bid’ah yang disebabkan kemaksiatan atau kekafiran dengan hukum secara khusus terhadap seorang Muslim yang diyakini keislamannya yang timbul darinya suatu perbuatan bid’ah, bahwa dia adalah orang yang bermaksiat, fasik atau kafir. Maka, Ahlus Sunnah tidak menghukumi orang tersebut sampai dijelaskan kebenaran kepadanya, yaitu dengan cara iqamatul hujjah (menegakkan hujjah atau argumentasi) dan hilangya syubhat (keraguan).

          Yang lebih aneh lg ada yang menta’yin Fulan dengan sebutan Khowarij akan tetapi ketika di ajak berdialog selalu aja ada alasan.Senjata pamungkasnya yang terakhir akhirnya dikeluarkan, yaitu dalil yang mengatakan bahwa kita tidak boleh duduk duduk dengan ahlu bid’ah.

          Dalam Takfir kaidah dipake tapi dalam masalah Khowarij ……?

  10. Saya orang bodoh, setahu saya Khowarij adalah mereka yang memberontak terhadap khalifah. Seperti yang memberontak terhadap khalifah turki utsmani terakhir. Ya keluarga kerajaan Saudi sekarang ini. Kalau al-qaeda dan mujahidin tidak ada yang memberontak terhadap khalifah, karena sekarang tidak ada lagi yang namanya khalifah. Jadi kalo mau tau siapa khawarij sekarang ini ya keluarga kerajaan Saudi itulah yang khawarij. Wallahu A’lam bis showab

    *heran dan tepok jidat sama salafi yang dikit-dikit mengkhawarijkan mujahidin dan malah senang kerjasama dengan kaum kuffar daripada dengan sesama muslim.. Allahu musta’an..

    • Sebenarnya sih masalahnya hanya satu, apakah kebenaran berada di tangan pemerintah2 yang mengaku muslim itu ataukah kebenaran berada di tangan Al Qaeda.

      Pernyataan Bush “Bersama kami atau menentang kami”, telah membagi dunia menjadi dua blok

      Nah sekarang kita pikirkan masing2 apakah mereka bersama Amerika atau justru menentang Amerika ? Atau justru tidak dua2nya ? Tapi klo kata Amerika, ngga ada yang abu2.Hanya ada 2 pilihan “Bersama kami atau menentang kami”

      Kalau yang dituduh Khawarij dikejar2 Amerika sedangkan pemimpin2 itu kalau menurut ana duduk dengan manis disinggasananya masing2.

      Ana kutip ucapan Syaikh Usamah Bin Laden dalam Taujihat Manhajiyah

      … demi Alloh, seandainya As Sabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshor, seperti Abu Bakar, Utsman, Ali dan yang lainnya hidup pada jaman sekarang ini pasti di antara amalan yang paling utama mereka adalah jihad melawan para pendosa itu…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.