Berikut saya tampilkan pernyataan “talak” dari seorang simpatisan PKS yang sebelumnya dengan istiqamah menasehati dan mengkritik sepak terjang PKS. Pernyataan talak ini menyusul peristiwa penting di tubuh PKS yang menandai berakhirnya era partai dakwah menjadi partai biasa.
Peristiwa itu adalah Munas II, di Hotel The Ritz Carlton dengan biaya Rp 10 miliar, di mana sebelumnya telah melangsungkan musyawarah Majelis Syura, yang berlangsung medio Mei di hotel mewah JW Marriott, Kuningan. Pertemuan di JW. Marriot menandai berakhirnya anggota Majelis Syuro periode 2005-2010, sekaligus melantik anggaota Majelis Syuro yang baru, periode 2010-2015.
Peristiwa ini memnyebabkan penasehat sudah kehilangan harapan untuk meluruskan dan mengoreksi PKS. Maka ia mengumumkan berhenti menjadi penasehat (baca: nahi munkar) kepada PKS.
Padahal “putus asa”-nya seorang penasehat (pemberi nahi munkar) menjadi pertanda buruknya sebuah komunitas. Artinya, tak tersisa lagi harapan untuk berubah menjadi baik.
Dengan kata lain, PKS di mata penasehat setianya itu sudah dianggap sebagai barang bekas, bobrok, rongsokan, rusak parah dan tak bisa lagi diperbaiki. Hanya layak dibuang di tong sampah. Atau, dibuang ke laut. Sungguh mengerikan !
Saya merinding membaca tulisan perpisahan sang penasehat. Merinding karena membayangkan kerusakan yang mengerikan di tubuh PKS. Kerusakan aqidah, akhlaq, keteguhan pendirian, paradigma berpikir, dan semangat membela Islam yang benar.
Berikut halaman tunggal di blog sang penasehat yang antum bisa membukanya sendiri. http://pkswatch.blogspot.com/ . Dulu blog ini sangat terkenal di jagat “persilatan” PKS, karena di sini bertemu para pengkritik dan pembela PKS.
Saya merasa perlu memposting kalimat perpisahan sang penasehat sebagai cermin untuk kita semua. Ternyata jebakan bernama Demokrasi sangat dahsyat, siapa yang sudah terlanjur tercebur di dalamnya akan makin tenggelam dan MATI TERKUBUR DEMOKRASI.
CARA SATU-SATUNYA MELAWAN DEMOKRASI ADALAH MENJAUHINYA, MEMBENCINYA DAN MENGUBURNYA.
Jika enggan membuka sendiri, ini teks perpisahan sang penasehat:
PKS Watch
Catatan seorang simpatisan kepada gerakan dakwah Ikhwan, atas dasar cinta pada dakwah yang lurus dan istiqomah di jalan Allah dan manhaj dari para nabi.
Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita memujiNya, minta tolong padaNya, mohon ampun padaNya dan bertaubat hanya padaNya. Shalawat dan salam untuk qudwah kita Muhammad Rasulullah shallalLahu ‘alaihi wassalam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang setia kepadanya hingga hari kiamat.
26 Oktober 2005, ketika saya memulai blog PKSWatch untuk pertama kalinya, didasari dengan sebuah rasa keprihatinan atas sepak terjang gerakan dakwah yang saya cintai, yang saya lihat mulai keluar dari rel dan celakanya tidak banyak disadari oleh para penghuninya. Ada total 83 tulisan dan ribuan komentar dari para pembaca, hingga saya memutuskan untuk membekukannya pada tangga 25 Desember 2006, ketika hit blog sedang tinggi-tingginya.
Ketika saya mulai pertama kali, saya menggunakan nada tulisan yang keras terutama pada 2-3 bulan pertama, dengan maksud untuk menyentak pemikiran, tapi saya salah karena yang terjadi malah sikap antipati yang berlebihan meskipun setelah berjalan beberapa bulan nada tulisan sudah jauh berubah. Namun demikian beberapa tulisan yang keras tersebut tetap ada sehingga pembaca yang baru mengikuti cenderung untuk bersikap antipatif pula. Selain itu kebijakan sensor komentar juga sangat liberal, sehingga suasana diskusi terkadang sangat panas. Atas beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk membekukan blog itu terlebih dahulu.
Dalam perjalanannya, periode di atas itu saya sebut blog PKSWatch versi 1.
Pertengahan 2007, beberapa ikhwah kader di Jakarta menghubungi saya, menasehati dan meminta saya untuk mengaktifkan lagi blog PKSWatch sebagai sarana kontrol kepada jama’ah. Akhirnya tanggal 12 November 2007, saya mulai kembali blog PKSWatch (versi 2). Dengan tulisan yang lebih kuat pada referensi ilmiah, dalam perjalanannya ada 77 tulisan dengan total ribuan komentar pembaca hingga tanggal 9 Juni 2009. Sebagian tulisan tersebut dibuat oleh asatidz yang juga prihatin terhadap PKS, ada tulisan mereka yang memang sudah tersedia di ranah publik, ada pula tulisan yang memang baru dimuat di blog PKSWatch.
Kemudian sempat vakum karena saya sempat merasa amat “mual” melihat polah politik PKS pada waktu itu, terutama menjelang pemilu presiden 2009. Sampai kemudian saya mulai lagi pada tanggal 17 Desember 2009. Kali ini hanya ada tiga tulisan hingga saya membuat tulisan ini. Mood saya untuk menulis tidak seperti dulu lagi, mungkin karena sudah malas melihat PKS semakin jauh dari yang saya bayangkan, dari rel yang semestinya PKS berada di atasnya.
Padahal sangat banyak data dan informasi masuk kepada saya, sebagian lengkap dengan bukti-bukti, yang bisa saya gunakan untuk membuat tulisan, tapi saya sudah seperti kehilangan minat kepada PKS. Dulu, saya membuat blog ini karena saya yakin bahwa PKS bisa tetap dijaga agar tetap berada di atas relnya.
Banyak ikhwah yang mengakui bahwa mereka tersadarkan oleh keberadaan blog ini, tapi juga banyak yang jengkel dan tidak setuju dengan blog ini, lalu meminta saya untuk menghentikan blog ini. Kepada mereka, saya menjawab bahwa saya akan menghentikan blog ini kalau ada satu dari dua kondisi sudah tercapai, yaitu:
- Pertama, PKS kembali lurus minimal seperti di masa awal-awal pendirian PK, atau
- Kedua, PKS sudah rusak parah, atau sudah bukan menjadi partai Islam lagi.
Karena saya tidak memiliki kepentingan ekonomi apapun dari blog ini. Motivasi saya murni karena mencintai sebuah jama’ah dakwah, yang cukup berjasa dalam memberikan pemahaman Islam kepada saya. Ketika saya melihat PKS sudah mulai keluar rel, saya coba ingatkan sebisa saya, secara publik tanpa membongkar hal-hal rahasia, semacam melakukan debunking terhadap PKS.
Dulu ada yang bertanya, mengapa saya tidak membuat juga PDIPWatch, GolkarWatch, dan seterusnya, mengapa hanya PKS? Jawaban saya, karena PKS berbeda. PKS (dulu) adalah sebuah jama’ah dakwah, bukan hanya partai politik. Saya kritisi, karena saya sayang pada jama’ah dakwahnya, bukan karena ke-parpol-annya. Yang lain saya sama sekali tidak berminat, karena sama saja, partai yang berorientasi kekuasaan dan materi. PKS, sempat sangat saya khawatirkan akan menjadi seperti itu juga, karena itulah saya mencoba menjaga sebisa saya.
Tapi hari ini, baru saja munas PKS berakhir. Sejak dari pemilihan tempat di hotel super mewah, sudah jelas PKS mengumumkan untuk perubahan citra, dan kemudian semakin dikukuhkan dengan berbagai manuver yang telanjang diperlihatkan kepada masyarakat.
Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari tema-tema sempit, dalam rangka mengubah citra Islamis, dengan jargon “PKS Untuk Semua”. Ini bukan pertama kalinya diungkap oleh Anis Matta, PKSOnline tanggal 23 Januari 2009 juga mencatat pernyataan semacam ini dari Anis Matta, bahwa era politik aliran sudah berakhir. Lalu diperkuat lagi dengan pernyataan wakil Sekjen Zulkiflimansyah pada tanggal 30 Januari 2009, bahwa syariat Islam itu sudah agenda masa lalu.
Jadi misi-misi dakwah seperti pemurnian akidah tauhid, penegakan nilai syari’ah, adalah hal-hal yang sudah tidak relevan lagi buat PKS dan dianggap sebagai tema yang sempit. Nastaghfirullah, padahal tidaklah Allah Ta’ala mengutus para nabi dan rasul kecuali untuk tugas-tugas ini, tapi ternyata itu ditegaskan sebagai hal yang tidak relevan lagi oleh PKS.
Lalu dalam munas 2010 hal ini lebih ditegaskan lagi, sampai kepada masalah teknis seperti pengurus dari daerah hingga pusat yang tidak perlu berikrar syahadat lagi sehingga bisa diduduki oleh kalangan non muslim. Jelas ini sudah menyimpang sangat jauh.
Tujuannya sudah jelas, ingin mengubah diri menjadi partai “aliran tengah”, terbuka dan nasionalis. Hal ini dalam koridor hukum di Indonesia sah-sah saja. Tapi saya jadi merasa tertipu, karena dulu saya mendukung dan mencintai PKS karena adanya tujuan penegakan nilai-nilai Islam di Indonesia melalui koridor konstitusional, meskipun dengan cara yang lambat karena harus dibarengi dengan dakwah kepada masyarakat, bahwa masyarakat yang memilih PKS memang karena mereka menyadari pentingnya sebuah wasilah dakwah di ranah politik.
Ternyata sebagian oknum pimpinan tidak sabar dengan lambatnya pencapaian ini, lalu dakwah dikuantifikasi menjadi perolehan angka-angka kursi. Padahal dalam hadits sudah dijelaskan, bahwa di hari kiamat nanti ada nabi yang datang dengan banyak pengikut, ada yang nabi yang datang dengan sedikit pengikut, ada pula nabi yang datang tanpa pengikut. Kalahkah mereka? Tentu saja tidak, karena tugas dakwah adalah tugas mulia, di mana manusia hanya dibebankan untuk menyampaikan secara hikmah dengan koridor dakwah yang sudah digariskan di dalam Islam, sementara hasilnya itu urusan Allah semata.
Karena tidak sabar ingin menjadi besar, maka citra partai harus diubah “ke tengah”, agar tidak lagi terkesan sebagai partai Islam. Lalu kalau sekarang menjadi partai tengah atau nasionalis atau terbuka, lantas apa bedanya dengan PDIP, PD atau Golkar? Sudah sama saja. Toh mayoritas di partai-partai itu juga umat Islam, saudara seakidah juga. Toh juga ada ustadz dan kyai di partai-partai itu. Kalau untuk Indonesia yang lebih baik, maka semua partai juga memiliki slogan itu. Kalau alasannya nasionalis religius, maka partai-partai lainpun begitu juga. Dengan demikian, jelaslah sudah.
Ya, dengan begini lebih jelas dan enak. PKS adalah partai terbuka, sementara saya mengkritisi PKS karena mencintainya sebagai gerakan dakwah. Setelah menjadi partai terbuka dan meninggalkan tujuan-tujuan dakwah, maka hilangnya “illat” atau alasan saya untuk mengkritisi PKS lagi.
Dari dua point yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa saya akan menghentikan blog ini kalau PKS kembali lurus atau sudah rusak parah, maka point kedua sudah terjadi. Inilah sebabnya saya buat tulisan ini, ini sebabnya saya kemudian memutuskan untuk menutup blog ini secara permanen, bukan dalam rangka pembekuan sementara.
Untuk ikhwah yang merasa mendapatkan ilmu dan manfaat dari blog ini, saya katakan bahwa kalau itu memang ilmu yang benar, maka itu datangnya semata dari Allah Ta’ala. Kalau salah, maka itu datang dari kelemahan saya. Semoga Allah mengampuni saya dan kita semua.
Untuk ikhwah (dan pengurus PKS) yang merasa jengkel dengan keberadaan blog ini, setulusnya saya mohon maaf. Tidak ada sedikitpun niat saya kecuali untuk menjaga jama’ah tetap berada pada rel dakwah, dan hari ini sudah ditegaskan bahwa PKS bukan lagi partai dakwah. Jadi kalaupun harus dakwah, tidak ada alasan lagi buat saya untuk memperhatikan PKS secara khusus seperti selama ini.
Untuk ikhwah yang selama ini sudah mengenal saya secara langsung, maka hubungan ukhuwah kita tidak akan putus kecuali Allah menghendaki demikian. Untuk yang belum mengenal saya secara langsung, mudah-mudahan suatu saat Allah mempertemukan kita. Tidak ada niat saya untuk bersembunyi secara pengecut, tapi semata karena saya orang yang lemah, yang mudah terganggu keikhalasan hatinya kalau diri ini terpublikasi secara luas.
Kepada para asatidz dan ikhwah yang selama ini sudah menjaga saya, menasehati saya, mengkritisi saya kalau saya keliru, semoga Allah Ta’ala membalas Anda semua dengan kebaikan.
Kepada semua ikhwah, jangan patah arang, jangan putus asa untuk berdakwah, anggaplah perilaku PKS saat ini sebuah ujian bagi sebuah gerakan dakwah. Sebuah ujian yang sudah ratusan mungkin ribuan kali ditimpakan kepada sebuah kaum, ada yang selamat tapi lebih banyak yang gugur, karena ujian dalam bentuk kenikmatan duniawi (seperti yang menimpa PKS sekarang) memang lebih berat daripada ujian berupa kesulitan. Dakwah tetap harus jalan dengan atau tanpa PKS. Masih banyak wasilah dakwah yang lain.
Sedikit curhat, saya sempat sedih seminggu belakangan ini, perasaan saya seperti kehilangan, mirip waktu almarhum bapak saya wafat (meskipun tidak sesedih itu). Ya, sedih karena kehilangan wasilah dakwah yang saya cintai dan saya harapkan selama ini. Lalu sudah menjadi qadarullah, beberapa hari yang lalu, saya menghadiri sebuah halaqoh yang diisi oleh ustadz Abdullah Gymnastiar. Paparan beliau mengenai dakwah, tauhid dan keikhlasan hati sungguh menyentuh, membuat saya menangis (tentunya setengah mati saya tahan karena malu terlihat yang lain). Intinya, saya bisa melihat kesalahan terbesar saya selama ini, bahwa saya berharap pada PKS. Ini sudah salah. Saya hanya boleh berharap kepada Allah Ta’ala semata. Hanya Allah yang tidak akan mengecewakan kita.
Kini, alhamdulillah, saya mulai bisa melepaskan PKS dari hati saya, dari pikiran saya, dan saya malah merasa plong. Selamat tinggal PKS. Pembicaraan dan pikiran mengenai PKS sudah sama sekali tidak menarik minat saya lagi, sudah sama seperti ketika membicarakan partai-partai politik yang lain. Dengan hati yang yakin, mantap dan ringan, dengan menyebut asma Allah Ta’ala, saya menyatakan menutup blog ini.
Singapura, 7 Rajab 1431 Hijriyah, 21 Juni 2010, 00:30.
DOS
http://pkswatch.blogspot.com/ , diakses 23 Juni 2010
Filed under: Siyasah Syar'iyyah, Wacana Dakwah Ditandai: | Anti Demokrasi, Anti Parpol, Dampak Buruk Demokrasi, PKS
assalamu’alaikum
akhi… ana bisa minta file2 yang dulu di uplod d PKS WATCH? saya baru tahu, saya tertarik tuk membacanya, kenapa sekarang kok bisa 180drajat berubah
jazakallah
Setelah saya membaca tulisan diatas, maka saya bolehkah usul ini fikiran nakal saya aja, nama PKS singkatan dari PARTAI KAMI SAMA, gitu lho,
ya ya memang, kalau sudah masuk shof (barisan) nya, mau tak mau harus mau ta’at ama komandannya jadi yaa jangan heran memang ya beg-beg gitu.
assalamu`alaikum…………..Ikhwan Fillah
Sebenarnya PKS tidak ada yang berubah koq. Tetap konsisten dengan amar ma’ruf nahi munkar-nya.
Dari zaman dahulu PKS tugasnya tidak pernah bergeser. Kita tetap mendakwahi siapa saja. Tak peduli, Luna Maya dan Ariel saja, kita ajak bertaubat, dan gabung dengan PKS pun tidak masalah, Alloh saja yang Maha Pengampun, dapat memaafkan kesalahan orang yang telah membunuh 100 orang, dia bertaubat dan Alloh memasukkannya ke dalam syurga, masak kita lebih jahat daripada Alloh, yang bener aja!!!
Lagian di dalam al-Qur’an itu sudah jelas, yang namanya berbuat baik itu UNIVERSAL, tidak perlu lihat agamanya. Lihat sendiri ayatnya QS. 28:77 dan QS. 4:36. Disitu kan tidak disebut agamanya. Jadi kita berbuat ‘IHSAN’ = BERBUAT BAIK itu kepada siapa saja, tanpa melihat partai, golongan dan alirannya.
Nah, didalam koridor berbuat baik, tentu saja aturan main yang perlu kita sepakati, itulah Perjanjian, aturan main, kesepakatan, koalisi dalam kebaikan. Ini dilakukan oleh Rasulullah SAW di Madinah, beliau membuat Piagam Perjanjian Madinah, bahkan di situ ada orang Yahudi.
Jika Presiden salah pun, PKS tetap mengingatkannya, inilah watawashaw bil haq, watawashaw bis-shabr, watawashaw bil marhamah.
Kita menasehati dalam koridor, kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.
Jika pun anda tidak setuju dengan keputusan PKS, itu terserah kepada Anda, namun di PKS, keputusan itu bukan atas kemauan individu, semuanya hasil syuro (musyawarah), jadi bukan individu, tapi kolektif, dan semua yang disampaikan, maupun dikerjakan oleh PKS, semua itu sudah melalui hasil musyawarah, jadi keputusannya kolektif.
PKS hidup dari caci maki, begitu mantan Presiden PKS Pak Tif sering berkata. namun dalam suasana dicaci dan dimaki serta dituduh ini dan itu, keikhlasan kader-kader PKS makin teruji, mana yang ikhlas dan mana yang tidak. Kita berjuang ini tidak mencari ridho partai. namun ridho Alloh. kita tak butuh pengakuan dari manusia. Alloh lah cukup yang akan menilainya.
Wallahu a’lam.
kalau PKS mau mencari ridho Alloh mengapa harus melanggar hukum-hukum Alloh ?
Mengapa menghalalkan gambar makhluk ? Mengapa bercampur baur ikhwan akhwat pada saat konser demokrasi ?
Mengapa ada kata2 sekulerisme dari Anis Matta cs ?
hukum Alloh yang dilanggar sebutkan semuanya. apa saja hukum Alloh yang dilanggar PKS. Insya Alloh PKS selalu menjaga dirinya dari hukum Alloh, bukankah pedomen PKS al-Qur’an dan Sunnah.
Gambar apakah hukumnya haram? Kalo haram, kenapa Anda pakai internet? di internet kan banyak gambar, jadi internet haram juga dong.
Kalo saat konser campur baur, itu salah panitia saja, mestinya di atur antara penonton perempuan dan laki2. teknis aja itu.
apa statement anis matta yang menganjurkan sekularisme? nggak ada itu.
ah mau PKS, demokrat pdip atau apa aja sama aja….
kedoknya aja islam.. intinya jg sama aja… gila pangkat, gila hormat, gila kekuasaan…..
smua parpol nya bagus,, tp orangnya busuk,,,,
iya kita tau pedoman pks alquran dan alhadis tp kenapa suka menjelekkan ormas lain, sperti muhammadiyah NU dll…
itu bukti akhlaknya gk sprti yg di ajarkan oleh alquran,,,, itu adalah akhlak dari agama PKS,,,,
“Apakah kamu (Muhammad) tidak memperhatikan orang-orang yang mengklaim bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk kafir kepada thaghut itu.” [An Nisa: 60]
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
“Barangsiapa meninggalkan syari’at (ajaran/hukum) yang muhkam yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu ‘Abdillah dan dia malah merujuk hukum kepada syari’at-syari’at lain yang sudah dihapus, maka dia kafir….” [Al Bidayah Wan Nihayah 13/119]
Segala amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang murtad seperti; zakat, shaum, haji, infaq, dan yang lainnya itu hapus sia-sia:
“Barangsiapa yang kafir setelah dia beriman maka hapuslah amalannya, dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi”. (Al Maaidah: 5)
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (Al Baqarah: 217)
prima,
Yang melawan hukum Alloh siapa nak? Wong PKS ingin menegakkan syariat Alloh juga koq. Syariat Alloh kan tidak hanya hudud, wudhu aja syariat Alloh. Jangan anggap orang yang baru mengerjakan satu syariat Alloh Anda bilang kafir, murtad dll.
Hati2 menuduh orang muslim kafir, bisa2 kamunya kena ke diri sendiri.
Baca lagi kekafiran demokrasi. Masa sih hukum Allah memerlukan perstujuan makhluqNya?
walaupun ada hukum potong tangan dlm uu bukan berati itu hukum Alloh, krn tiap ada perkara pencurian maka sumbernya berdasarkan uu bukan Al-qur’an dn assunnah, misal ada orang kafir yg jujur sedangkan islam mewajibkan untuk jujur apa krn orang kafir tersebut menjalankan apa yg diwajibkan tiap muslim lantas dia (orang kafir td) menjadi muslim?
memang bagaimana caranya pks menegakkan syariat Alloh? dengan meminta persetujuan manusia yg hina untuk menggolkan? berarti orang2 parlemen merasa lebih tinggi kedudukannya dari pada Alloh yg menciptakan manusia dgn mengajukan hukum2 Alloh? musailamah itu kafir karena dia mengaku sebagai nabi dan apa yg dilakukan orang parlemen dan sejenisnya itu lebih busuk dari musailamah, PIKIR!!!
ha ha ha
gt aja kok repot,,,
cuma beda bendera aja kok harus saling mengkafirkan,,,,
udah deh.. mau pks, demokrat, pdip, pkb, pan. kalo nnt di akherat gk bakal ditanyain..
yg penting kita berusaha menjadi islam yg kaffah.. kalo kita ribut2 dalam partai,,, berarti kita islam yg parsial,,,
kayanya nt g paham penjelasan sy ini bukn masalh beda partai bung tapi dah menyangkut aqidah
InsyaAlloh niat PKS untuk menegakkan syariat islam bagus tp caranya yg batil dan sesat…..jika tujuan baik tapi caranya batil ya akhirnya tetep batil…cb belajar akidah dulu baru baru menegakkan hukum Alloh, boro2 mau negakkan hukum Alloh wong akidahnya masih musyrik mana bisa?y akhirnya hasilnya jauh dari ridho Alloh…ana heran katanya mereka menisbatkan pd IM yg mana salah satu ulamanya As Syahid Sayyid Qutb rahimahulloh tp mereka tdk mengamalkan salah satu kitab beliau yg fenomenal yg harus beliu bayar dg nyawanya yaitu “Ma’alim fii at thoriq”…kalau org pks mau baca kitab ini insyaAlloh gak akan yg namanya menerma demokrasi dan paham2 lainnya cukup lah hanya islam saja…..
Syuro bathil ala PKS
Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari tema-tema sempit, dalam rangka mengubah citra Islamis, dengan jargon “PKS Untuk Semua”. Ini bukan pertama kalinya diungkap oleh Anis Matta, PKSOnline tanggal 23 Januari 2009 juga mencatat pernyataan semacam ini dari Anis Matta, bahwa era politik aliran sudah berakhir. Lalu diperkuat lagi dengan pernyataan wakil Sekjen Zulkiflimansyah pada tanggal 30 Januari 2009, bahwa syariat Islam itu sudah agenda masa lalu.
Itu buktinya.
ana gak paham cara berpikir kader-kader PKS,
kelihatannya mereka terelajar, islami,…
wah ternyata kok manun ya,,, di doktrin sama murobinya kok manut wae…
taklid buta..
terpelajar, ternyata kok fanatik… wah… lupa naroh otaknya kali…
ckckckckkkk
Setelah saya membaca tulisan diatas, maka saya bolehkah usul, ini fikiran nakal saya aja, nama PKS yang semula PARTAI KEADILAN SEJAHTERA menjadi singkatan dari PARTAI KAMI SAMA, gitu lho,
ya ya memang, kalau sudah masuk shof (barisan) nya, mau tak mau harus mau ta’at ama komandannya jadi yaa jangan heran memang ya beg-beg gitu.
ustadz, sip…….. antum udh memposting ini. biarlah anjing mengonggong, kafilah tetap berlalu. kepada saudaraku yang berusaha meluruskan orang-orang yang keblinger, saya salut am antum semua. smg Alloh membalas kebaikan antum. bagi saudaraku sesama muslim di pks, janganlah kalian terhasut oleh pemikiran-pemikiran liberal dan sekuler yang sudah mulai merasuk ke pembuluh nadi organisasi kalian. jangan menjadikan perkataan ustadz sebagai hujjah mendahului al qur’an dan as sunnah, dan jangan menafsirkan al qur’an dengan akal-akal kalian. dan janganlah menjadi orang yang sombong dan munafik. baca lagi surat al baqoroh ayat 7-16.
apakah bersaudara antara kaum muslimin dan orang-orang kafir ???PKS itu telah murtad… haram hukumnya memanggil mereka dengan sebutan saudara…
isbir akhi Alex..
bagaimana pun mereka jg pernah syahadat, tetep shalat dan msh menjalankan rukun islam, ijtihad ana pribadi, mereka masih islam kok, (afwan ana bukan penganut agama PKS loh), tp memang aliran mereka betul2 keblinger, bukan lagi jatuh dalam selokan, tp lebih dalam dari jurang.. makanya susah untuk taubat, tp sy doakan penganut pks banyak yg taubat
amin
justrus dibilang murtad karena syahadtnya rusak, sejak kapn orng murad sholatnya diterima, bro demokrasi maslh aqidah g ada ijtihad
pada sekolah lagi deh lu pade… daripada berantem terus..
hehe cocok dgn niknya
Dan terlalu banyak asatidz yang pergi meninggalkan PKS…. Alhamdulillah Allah pun memberikan kesempatan kepada ana untuk bertaubat dan keluar darinya….
[...] PKS Ditinggalkan Sang Penasehat Posted on 26/06/2010 by elhakimi [...]
wah saya sudah dari dulu keluar, alasan saya keluar:
-orang2 didalamnya rata-rata gila hormat
nt kaga bakal disapa sama pengurusnya, kecuali kalo ketemu pengurus rukun warga, lurah, kiyai, dsb walo nt simpatisan pake atribut pks, hal ini juga pas ane belanja atribut ke DPP PKS disambut dengan wajah sinis
-pengurusnya selalu merasa dirinya orang penting
ane pernah pinjemin cd murottal buat kompiin komputernya,terus pas udah janji jatuh tempo, ane pengen ambil (mana ane lg sakit berat bela2in datang ngambil!!!), tp bilangnya mau ke DPC dl, terus dia ngloyor bgitu sj, bodohnya lg pas ane datang lg mau ngambil ternyata belum dikopi ke hard disknya (ya udah ane kopiin, sambil ane bilang dalam hati “Sampai jumpa lagi!!!”) n ane ngak mau berurusan lg sama ntu orang
-Banyakan suka Riya dan Sum’ah
Pas malam 17 ramadlan sang ketua DPRa dipercayakan menjadi imam tarawih lalu tilawah surat ibrahim sampe habis pas ceramah, tapi karena terlalu prematur ada juga ayat yang salah baca, dan koreksi oleh seorang khatib dan disanjung-sanjung dengan menjelekan generasi muda sekarang, dan pen-tilawah mengangguk-ngangguk mungkin senang dengar sanjungan.
-banyak orang yg bisa alim mendadak
banyak orang yang alim mendadak didalam komunitas PKS dengan membaca astaghfirullah, subhanallah di depan cewe2 PKS (biar dapat salah satu kali yah!!), kalo diluar itu sabodo teuing kaga ngucapin apa2… tapi baiknya sisi ini pria2 berwajah pas2an, jelek or gmn pun dengan sifat yg sama bisa dapat cewe PKS dengan rekomendasi Murobbi, jadi jika anda berwajah pas2an, merasa dinilai jelek kalau mau perbaikan keturunan silahkan ikut PKS
rekomendasi yg menarik tapi ogah
jangan tertipu ama pks,cari ridho Allah kok pakai demokrasi yang jelas kafir dan batil
Peristiwa-peristiwa banyaknya tokoh PKS yang mengecewakan ketika diberi amanah untuk menjabat seperti Kasus kartu ucapan Gubernur Jawa Barat dari PKS yang memakai uang rakyat, kasus kurang pedulinya Gubernur sumbar atas korban mentawai dengan tetap pergi ke luar negeri serta kasus Misbakhun membuat para simpatisan PKS kecewa.
Ada lagi PKS juga menghalakan pajak bahkan mengusulkan orang dengan penghasilan rendahan ikut membayar pajak . Di dalam Islam Kekayaan yang belum mencapai nishab bahkan tidak terkena kewajiban zakat. Tapi akibat tindakan PKS di DPR yang mengusulkan batas PTKP tetap rendah sehingga setiap orang yg berpenghasilan 15,84 Juta Per tahun wajib membayar pajak. Padahal jelas pajak diharamkan dalam Islam apalagi memajaki orang yang masih relatif hidup pas pasan.
SAYA HARAP TEMAN_TEMAN PKS LEBIH MEMAHAMI SEJARAH, DAN VISI MISI DEMOKRASI…..,APAKAH ITU PANTAS DIPAKAI OLEH PARTAI DAKWAH SEPERTI PKS,DAN APAKAH PANTAS UNTUK DIPERJUANGKAN??
asalamu’alaikum.. sebelumnya sy berterimakasih kepada ikhwan2 diPK(pks ) karena keikhlasannya dan kesabarannya sering silaturahmi dahulu dan alhd an mendapatkan hidayah an lebih bisa mengenal islam tapi sangat disayangkan PKS sekarang memang bener2 beda dengan yang dulu PK..sangat2 beda dan sekarang cenderung yng diandalkan adalah nafsunya lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas…….sepertinya dengan hanya dengan suara terbanyak bisa mengubah dunia Astaghfirulloh…..padahal semua itu atas idzin Alloh…Rahmat Alloh itu akan datang tatkala cara jalannya benar sesuai dengan Al-quran dan Sunnah…tidak sulit bagi Alloh…Mungkin orang2 PKS yang sekarang lupa………Ya Alloh Ya Robb semoga engkau berikan memberikan pencerahan kepada rekan2 PKS dan mau kembali kejalan yang benar sesuai dengan quran dan sunnah……..dan ana nasihatkan kepada rekan2 yang lain kalau menasehati biasa2 saja jangan berlebihan….soalnya keberadaan merakapun masih diperlukan untk dakwah…….tinggal nanti siapa yang duluan menang dimedan dakwah…InsyaAlloh Mujahidin yang dahuluan menegakkan La illahaillallah….
Hmm…PKS…,masih saja Gembar-gembor soal Dakwah mengajak shodaqoh dan amal kebaikan,tapi dalam fakta di masyarakat luas,konon banyak kader nya yg bersikap Sombong,licik,dan serakah melebihi Bajingan.
Semoga mereka tetap berperan dalam penegakkan syariat islam di bumi Allah SWT ini…
Setau sy urusan kafir-mengkafirkan adalah urusan para ulama yg mumpuni ilmunya, krn vonis spt ini konsekwensinya sangat berat. Nah biasanya yg bukan ulama sangat bermudah-mudah dalam memvonis, antum telah kafir, dia juga, pks juga, astaghfurullohal ‘adziim…Ya Alloh dekatkan kami selalu pada pewaris para Nabi, agar kami selalu beribadah kpdMu dengan ilmu, bukan dng hawa nafsu.