ARRAHMAH.COM vs ERAMUSLIM.COM

Saya menemukan dua berita yang sumbernya sama, tapi diartikulasikan dengan gaya yang berbeda. Pertama dimuat oleh situs Arrahmah.com dan kedua oleh Eramuslim.com.

Pada situs Arrahmah.com, berita yang ditampilkan bukan hanya terjemahan murni dari kantor berita asing (baca: kafir), tapi sudah disesuaikan dengan persepsi dan opini yang ingin dihasilkan. Kesan yang dapat ditangkap setelah membaca berita versi Arrahmah.com adalah positif.

Berbeda sekali dengan berita yang diturunkan Eramuslim.com, masih murni terjemahan dari sumber asing, tanpa ada upaya meluruskan opini yang ditimbulkan. Kesan yang tertangkap setelah membaca berita yang ditampilkan Eramuslim.com, bahwa mujahidin adalah kaum barbar dan merusak peradaban manusia. Khas opini dari kaum kafir.

Saya menduga, barangkali ini masih terkait dengan manhaj yang dianut Eramuslim.com yang “lumayan ikhwan” untuk tidak mengatakan “ikhwan banget”. Membela jihad tapi masih ogah memandang musik sebagai barang haram. Wajar, karena PKS kampanye juga sudah menggunakan musik.

Berikut pembaca bisa membandingkan kedua berita dari dua situs yang berbeda tersebut:

Versi Eramuslim.com

Tak Ada Lagi Musik dan Lagu di Somalia

Rabu, 14/04/2010 10:05 WIB

Radio-radio di Somalia kini tidak lagi memutar musik atau lagu-lagu untuk menghibur pendengarnya, setelah kelompok islamis di negeri itu menyatakan bahwa lagu-lagu atau musik haram menurut ajaran Islam.

Dalam pernyataan resminya, kelompok militan islamis di Somalia juga melarang pemutaran film, ringtone musik dan alat musik semacam gendang yang menjadi alat musik khas rakyat Somalia.

Larangan-larangan itu membuat sebagian besar warga Somalia prihatin, karena mereka juga jadi tidak bisa memainkan alat-alat musik tradisional. Abdulahi Yasin Jama, salah satu pemilik perusahaan penyiaran mengatakan bahwa radio-radio di Somalia tidak punya pilihan lain selain mematuhi perintah kelompok islamis yang diberlakukan mulai hari Selasa (13/4). Cuma satu radio milik pemerintah yang menyatakan menolak aturan itu.

Tak ada pihak yang berani menentang perintah kelompok islamis, karena kelompok ini kerap membunuh siapa saja yang membangkan perintah mereka atau mengenakan hukuman yang diklaim berdasarkan hukum Islam, yaitu dengan cara mengamputasi bagian tubuh orang yang dianggap melanggar aturan mereka.

Larangan yang diterapkan kelompok islamis di Somalia, juga pernah diterapkan di Afghanistan semasa Taliban masih berkuasa pada akhir era 1990-an. (ln/arabnews)

http://eramuslim.com/berita/dunia/kelompok-islamis-somalia-larang-musik-dan-lagu.htm

Kesan (opini) yang ditimbulkan oleh berita ini, pembaca akan memandang negatif tindakan mujahidin yang berusaha menegakkan syariat dan membersihkan berbagai kemunkaran di tengah masyarakat.

Versi Arrahmah.com

Stasiun Radio di Somalia Patuhi Perintah Mujahidin yang Melarang Musik

Oleh Hanin Mazaya pada Rabu 14 April 2010, 06:37 AM

MOGADISHU (Arrahmah.com) – Sebagian besar stasiun radio di Somalia telah berhenti memutar musik, mereka menuruti perintah Mujahidin Hizbul Islam yang melarang untuk memutarkan musik karena musik bukan bagian dari Islam.

Para pemilik stasiun radio mengatakan bahwa mereka mematuhi perintah tersebut karena jika tidak, mereka akan mendapat hukuman.

BBC melaporkan, perintah terbaru ini semakin menguatkan kemiripan antara Somalia dengan Afghanistan.

Beberapa waktu lalu, Mujahidin Al-Shabaab melarang penduduk Somalia menonton film dan memerintahkan laki-laki Muslim untuk memelihara janngut mereka.

Somalia tidak memiliki pemerintahan yang kuat sejak tahun 1991, dan kelompok-kelompok Islamlah yang mengontrol sebagian besar wilayah Somalia.

Saat ini pun, pemerintah transisi Somalia yang didukung dengan tentara Uni Eropa dan Uni Afrika hanya mengontrol sebagian kecil dari ibukota Somalia, Mogadishu.  Mereka tidak mampu merebut wilayah yang berada di bawah kontrol mujahidin.

Pelarangan memutar musik ini telah diperintahkan 10 hari yang lalu,  seluruh siaran radio yang berjumlah sekitar 15 telah mematuhinya.  Hanya radio yang dikontrol oleh pemerintah transisi yang masih memutar musik.

“Kami menggunakan suara lainnya seperti suara tembakan, suara kendaraan atau kicau burung untuk menggantikan musik dan jinggle saat memulai siaran,” ujar AbdullahiYasin Jama, Kepala Program di radio Tusmo.

Minggu lalu, Al-Shabaab menutup siaran radio BBC yang berada di Somalia. (haninmazaya/bbc/ansar/arrahmah.com)

http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/7539/stasiun-radio-di-somalia-patuhi-perintah-mujahidin-yang-melarang-musik

Perhatikan opini yang ditimbulkan oleh berita yang ditampilkan Arrahmah.com ini. Nadanya positif dan membela mujahidin.

Pesan saya untuk pengelola Eramuslim.com, tolong Anda lebih hati-hati dalam menampilkan berita. Karena berita melahirkan opini. Jika Anda tak hati-hati,  Anda turut serta melemahkan mujahidin dan dukungan umat terhadap mujahidin.

Bertobatlah sebelum terlambat !

14 Tanggapan

  1. Barakallahu fik, salut pada kejelian antum, lebih membahayakan lagi jika berita-berita yang menyudutkan itu dicopy-paste atau di socialbookmark sehingga makin menyebarkan kebohongan. Untuk arrahmah, memang situs yang tanpa pikir panjang lagi setiap hari saya copy paste

  2. eramuslim itu seperti tak punya rasa bangga terhadap apa yg dilakukan mujahidin….padahal jika tdk setuju dgn apa yg dilakukann mujahidin, diam adalah lebih baik krn pertanggungjawaban nya lebih ringan di hadapan Alloh Swt

  3. bener tuh akhi-akhi sekalian. udah lama juga sih baca yang versi eramuslim, emang agak terhenyak sama gaya pemberitaannya. ternyata diberitakan juga di arrahamah. arrahmah bener-bener memegang jargonya. filter your mind, get the truth.. Jazzakalahu akhi..

  4. Saluutt…

  5. Salut buat akhi yang jeli. Orang jeli itu mestinya cerdas. Orang cerdas karena ilmunya berkah dan mafaat. Sayang di negara kita sangaaaaat jarang manusia dengan kualifikasi seperti itu. Sayang ya akhii….

  6. ah pada adu domba aje lw pada .. jangan begitu lah, inget pendahulu afgan kita abdullah azzam rhm, pernah berkaidah fikih seperti ini
    ” orang yang masih merokok,berganja dan berjihad di jalan alloh lebih baik dari pada orang yang selalu menangis dengan ibadah di tanah haramain”
    jadi ngapain sih lw pada ngejek aib temen lw sendiri biarin aje yang penting dia ga mengkufuri jihad lihat mereka arrahmah pun mengujungi eramuslim tuk mencari ilmu dan tak ada perpecahan diaantara mereka tapi lw pada cuma karena masalah sepele aje di ributin.. cape deh

    gw cuma bisa bilang dia mau dengerin musik ke, mau apa ke asal dosanya buat dia sendiri kaga apa2 dah asal jangan sampe dia menafikan jihad yang merugikan ummat.. lagi pula ntu pengurus era muslim di udzur dikitlah barang kali aje dia lagi lupa di edit atau apalah kan bukannya bagus kalo mencari alesan buat saudara kita sendiri demi berprasangka baik kepadanya…(bukankah pendahulu kita mengajarkan carilah 70 alasan baik untuk saudaramu)

    buat yang mau pada copy paste ada baiknya emang kudu di baca dulu ntu berita jangan asal copas aje lw..

    • siplah hintnya

    • ya,emang keliatan sepele,tapi imbasnya itu loh,dia kan mempublikasikan,efek yg didapat mengakibatkan Para jihadis trsbt seolah-olah serampangan,untuk menegakan syariat…

      dlm urusan beragama tidak ada yg dianggap sepele…

  7. assalamu`alaikum…………..Ikhwan Fillah

  8. perbedaan di antara umat islam g akn prnh usai sampai waktu yang sudah ditentukan. bagaimanapun berterus terang dalam kebenaran sangat diperlukan. bagi mantan brimob kepala2, komentarnya baik, cuma masih belum sangat baik. sekarang umat harus tahu mana yang benar dan mana yang salah. hangan sampe kita membisu dalam kebenaran. ingat lirik lguna Izis “Jadilah Pemuda Kahfi”

  9. eramuslim corong abu abu. Dikatakan ikhwani tarbiyah awal sptx sdh jauh apa dari panggang. Ikhwani tarbiyah awal insyaAllah mereka mulai paham jihad global yang sedang bergulir. Lihat tuh Syekh aiman Azhowahiry beliau ikhwani sejati dan kini baju itu sdh melebur kedalam tauhid wal jihad. Kasihan eramuslim sdh ketinggal kereta. Syukran

  10. eramuslim corong abu abu. Dikatakan ikhwani tarbiyah awal sptx sdh jauh api dari panggang. Ikhwani tarbiyah awal insyaAllah mereka mulai paham jihad global yang sedang bergulir. Lihat tuh Syekh aiman Azhowahiry beliau ikhwani sejati dan kini baju itu sdh melebur kedalam tauhid wal jihad. Kasihan eramuslim sdh ketinggal kereta. Syukran

  11. hukum musik adalah masalah khilafiyah, sesama muslim tidak boleh terlalu mempermasalahkan perbedaan kesimpulan hukum masalah semacam ini. kalau tidak, perpecahan akan terus subur di tengah masyarakat dan gerakan Islam. cobalah memahami kelompok islam yang beda dengan kita dalam masalah khilafiyah. dengan itu insya Allah persatuan Islam tidak semakin menjauh dari kita.

  12. sikap mujahidin yang suka memaksakan kehendak dalam masalah khilafiyah memang dinilai negatif oleh para ulama dan kontra produktif bagi perjuangan dan jihad mereka. siapa pun pasti ingin jihad mujahidin mendapatkan dukungan luas dari seluruh kaum muslimin. Namun dengan sikap yang terkesan “kaku” tersebut simpati kaum muslimin yang beda pendapat dengan mujahidin dalam masalah khilafiyah akan semakin menurun. baarokallohu fiikum jami’an. Fenomena menganggap dirinya paling benar memang virus dari kelompok “salafi” yang menyusup gerakan jihad hampir di seluruh dunia Islam sehingga aksi dan tindakan mereka ikut-ikutan banyak yang negatif sebagai imbas dari infiltrasi virus mematikan tersebut. Ini analisa dari Syaikh Abu Mush’ab As-Suriy lho. Bukan dari saya. Silakan baca sendiri dalam kitab beliau Dakwah Muqowamah Islamiyah ‘Alamiyah. atau silakan baca edisi terjemahannya yang diterbitkan Jazera. baarokalloohu fiikum.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.