Taliban Menghadapi Model Perang Baru: Uang

Di London berlangsung konferensi internasional rencana perdamaian dengan Taliban, dan memberikan konpensasi $ 500 juta dolar kepada Taliban, khususnya bagi perdamaian.  Langkah-langkah yang sekarang sedang dibahas di London itu, sebagai  bagian rencana perdamaian dengan Taliban.

Langkah yang sangat krusial, di mana fokus konferensi sekarang ini, adalah menyediakan dana sebesar $ 500 juta dolar. Penyediaan dana ini dalam rangka melakukan de-militerisasi Taliban, yang sekarang ini terus berperang dengan pasukan gabungan dibawah AS. Karzai menyakini dengan dana sebesar itu, dapat digunakan menyediakan lapangan kerja, serta membangun berbagai infrastruktur yang hancur, akibat perang selama puluhan tahun, sejak zamannya Soviet, yang melakukan invasi ke Afghanistan.

Konferensi yang berlangsung di London itu, dihadiri 60 negara dan berbagai organisasi internasional, yang ini menunjukkan perhatian dunia internasional terhadap Afghanistan, yang sekarang ini menghadapi Taliban. Sejatinya, Taliban tidak mempunyai masalah dengan rakyat Afghanistan, dan mereka justru telah berhasil menciptakan stabilitas di seluruh wilayah Afghanistan, dan secara efektif, Taliban telah mengubah secara mendasar kehidupan rakyat Afghanistan, yang lebih Islami. Bahkan Taliban berhasil memberantas jaringan opium di Afghanistan, yang merupakan terbesa di dunia.

Tapi, sejak peristiwa 11 September 2001, Presiden AS George W.Bush telah mengubah Taliban menjadi ‘teroris’,  biang pengeboman Gedung WTC, dan Al-Qaidah dibawah Usamah bin Laden, menjadi tertuduh, serta sampai sekarang masih  terus diburu dengan mengerahkan kekuatan militer secara besar-besaran, yang jumlah sekarang ini sudah mencapai 120 personil militer AS di Afghanistan.

Obama menginginkan kembali pasukan AS dari Amerika tahun 2011, tetapi kenyatannya, justru sekarng terus melakukan pengarahan militer dan menggunakan pesawat tempur untuk menghancurkan Afghanistan.

Dalam konferensi yang dihadiri oleh 60 negara itu, Karzai meminta dukungan dana kepada masyarakat dunia dengan $ 500 juta dolar, yang tujuannya untuk ‘membeli’  Taliban, agar mereka bersedia meletakkan senjata dan kembali kepada kehidupan yang biasa. Inilah tujuan Karzai dengan ‘menjual’ Taliban kepada musuh-mush rakyat Afghanistan,yang  telah membunuhi ribuan rakyat Afghanistan yang tanpa dosa. (m/tm) – arrahmah.com 28/1/2010

Reaksi Taliban

Satu hari menjelang konferensi Afghanistan di Londong,Taliban di Afghanistan angkat bicara. Ia menilai konferensi itu akan sia-sia jika tidak mempertimbangkan realita yang sebenarnya terjadi di Aghanistan.

Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid dalam pernyataannya mengatakan satu-satunya solusi untuk Afghanistan adalah penarikan semua pasukan internasional dari negeri itu. “Jika penarikan pasukan tidak menjadi fokus pembicaraan dalam konferensi London, konferensi itu akan menuai hasil yang mengecewakan, sama seperti konferensi sebelumnya, di Paris dan di Tokyo,” demikian pernyataan Mujahid.

Ia juga menyatakan, untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan, seluruh anggota Taliban yang ditahan di kamp penjara Guantanamo dan kamp penjara Bagram harus dibebaskan dan PBB menghapus semua nama pemimpin Taliban yang dimasukkan ke dalam daftar teroris. Jika tidak, Taliban akan tetap melakukan perlawanan terhadap pasukan asing dan membebaskan Afghanistan dari penjajahan negara asing.

Sejumlah negara, terutama yang ikut mengirimkan pasukannya ke Afghanistan akan berkumpul di kota London besok untuk membahas strategi baru di Afghanistan. AS sebagai pimpinan pasukan koalisi dalam invasi ke Afghanistan sedang mempertimbangkan untuk “mernagkul” Taliban dalam sistem politik di Afghanistan, agar Taliban mau meletakkan senjata dan berhenti melakukan perlawanan terhadap pasukan asing.

Utusan khusus AS di Afghanistan, Richard Holbrooke yakin mayoritas anggota Taliban mau diajak kerjasama dan mau meletakkan senjata. Tapi sebagian pemimpin Taliban menegaskan bahwa mereka tidak akan terpengaruh bujukan negara asing untuk menghentikan perlawanan. (ln/prtv) – arrahmah.com 28/1/2010

Catatanku (penulis blog)

Ketika musuh tidak berhasil memukul dengan kekerasan, mereka mulai melirik cara lunak: duit. Ini sunnatullah dalam strategi yang ada di benak kaum kafir. Kerap strategi ini bisa memecah kautuhan pasukan mujahidin.

Peristiwa Uhud menjadi pelajaran menarik. Ketika pasukan Islam sudah tertarik dengan harta, mereka akan dengan mudah dipukul oleh musuh.

Kita turut mendoakan, semoga Taliban tetap solid dengan perang model baru dari musuh ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.